korea by dewanti

Monday, March 10, 2014

Neraca Perdagangan China Defisit, IHSG Bakal Negatif

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin bergerak variatif dan akhirnya stagnan. Poin hasil aksi beli di awal perdagangan langsung tersalip aksi jual menjelang penutupan perdagangan.
Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (7/3/2014), IHSG menipis 1,967 poin (0,04%) ke level 4.685,890. Sementara Indeks LQ45 berkurang 1,856 poin (0,24%) ke level 786,686.
Di akhir pekan, indeks-indeks di bursa Wall Street AS berakhir mixed. Data tenaga kerja yang menggembirakan di atas prediksi membuat indeks S&P 500 menembus rekor baru lagi.
Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks S&P 500 naik 1,01 poin (0,05%) ke level 1.878,04, ini merupakan rekor baru yang ditembus untuk ketiga kalinya dalam 4 hari terakhir. Indeks Dow Jones naik 30,83 poin (0,19%) ke level 16.452,72. Tapi Indeks Nasdaq turun 15,9 poin (0,37%) ke level 4.336,22.
Hari ini IHSG diperkirakan akan terkena koreksi membuntuti pasar regional. Defisit perdagangan China menimbulkan kekhawatiran di pelaku pasar Asia.
 
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 144,99 poin (0,95%) ke level 15.129,08.
  • Indeks Straits Times turun 9,74 poin (0,31%) ke level 3.126,52.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:

Panin Sekuritas
IHSG mengawali pekan ini kami proyeksikan akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas. Sinyal mixed yang diterima investor tampaknya akan membuat indeks cenderung konsolidasi. Pada akhir pekan lalu diberitakan ekspor China mengalami perlambatan. Disisi lain, data tenaga kerja AS cukup bagus dan berada di atas ekspektasi. Dari sisi teknikal, IHSG membentuk pola dark cloud cover, yang merupakan sinyal reversal. Kisaran support-resistance hari ini 4.665-4.720.
 
Mega Capital
Bursa Saham Global Bergerak Mixed Pekan Lalu. Indeks MSCI Asia Pacifik menguat 1.13% pekan lalu. Seiring dengan Asia, dalam seminggu terakhir IHSG menguat sebesar 1.42%. Beberapa faktor positif penggerak indeks adalah penguatan nilai tukar Rupiah, masuknya dana asing ke bursa dan data inflasi Februari yang membaik. Data neraca perdagangan Januari yang membukukan defisit sebesar USD 0.43 miliar serta turunnya ekspor sempat menjadi penekan indeks. Adapun untuk Jumat, IHSG terkoreksi -1.97 poin (-0.04%) di 4,685.89. Investor asing kembali membukukan net buy senilai IDR 112.5 miliar sehingga total net buy asing mencapai IDR 11.3 triliun. Sementara itu, Bank Indonesia merilis data cadangan devisa per akhir Februari 2014 yang bertambah USD 2.09 miliar menjadi USD 102.74 miliar.
Sementara, bursa Amerika ditutup menguat minggu lalu didukung oleh redanya krisis di Ukraina serta indikasi bahwa cuaca buruk merupakan penyebab dari data ekonomi yang tidak begitu baik. Adapun untuk perdagangan Jumat lalu, Dow menguat 0.19%, S&P 500 menguat 0.05% dan Nasdaq terkoreksi -0.37%. Data pengangguran naik ke 6.7% dari 6.6% sedangkan data non-farm payrolls menunjukkan penambahan 175K lapangan kerja di Februari, dari ekspektasi 149K. Adapun indeks utama Eropa ditutup melemah pekan lalu dengan FTSE terkoreksi -1.4%, DAX terkoreksi -3.4% dan CAC terkoreksi -0.9% selama perdagangan minggu lalu akibat aksi profit taking setelah pertemuan ECB serta ketegangan antara Rusia dan Ukraina menyusul okupansi Rusia di Crimea.
IHSG Fluktuatif, Cenderung Melemah (Range : 4,650—4,725). Sempat dibuka menguat di awal sesi perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG akhirnya ditutup melemah tipis berada di level 4,685. Hal tersebut menunjukkan berkurangnya dorongan beli yang di sisi lain meningkatnya tekanan jual yang ada, di mana berpotensi membawa indeks mengalami koreksi menuju support level terdekat di 4,665. Stochastic juga menunjukkan bahwa IHSG sudah mengalami kejenuhan terhadap aksi beli. Hari ini diperkirakan indeks kembali fluktuatif dengan kecenderungan melemah. (detik.com)

Kiwoom Securities: IHSG Cenderung Melemah

Jakarta - Melemahnya bursa regional dapat memberi sentimen yang negatif. IHSG bergerak di kisaran flat setelah berada dalam tren yang mixed minggu lalu. Berlanjutnya aksi beli asing diharapkan dapat mengurangi peluang negatif. Maka, kami memperkirakan IHSG akan bergerak mixed cenderung melemah hari ini.
 
BTPN – Penjualan sebagian saham
Manajemen PT Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN) belum dapat mengungkapkan identitas penjual saham BTPN yang terjadi hari Jumat lalu di pasar negosiasi. Salah satu pemegang saham diketahui menjual 58.4 juta lembar saham pada harga Rp 6,500 per lembar senilai total Rp 379.6 Miliar. Pemegang saham utama BTPN adalah TPG Nusantara yang memiliki 2.39 miliar lembar saham (41.4% kepemilikan), GSI Sumitomo Mitsui Banking Corporation yang memiliki 1.42 miliar lembar saham (24.5% kepemilikan), sedangkan pemegang saham publik memiliki 1.92 miliar lembar (33.22% kepemilikan). Pemegang saham lainnya merupakan individu dengan kepemilikan terbesar adalah Jerry Ng (Direktur Utama) yang memiliki 31.81 juta lembar saham (0.55% kepemilikan).
 
MITI – Reverse stock
PT Mitra Investindo (MITI) akan menggelar reverse stock dengan rasio 4:1. Setiap empat saham seri A dengan nilai nominal Rp 50 per saham akan digabung menjadi satu saham dengan nilai nominal Rp 200 per saham. Sementara empat saham seri B dengan Rp 5 per saham akan digabung menjadi Rp 20 per saham. MITI melakukan aksi korporasi dengan tujuan memperbaiki harga secara teoritis. Pasca reverse stock jumlah saham seri A menjadi 300 juta unit saham dari 1.2 Miliar unit dan Saham seri B menjadi 6.6 Miliar saham dari 26.4 Miliar saham.
 
MTFN – Rencana akuisisi
PT Capitalinc Investment (MFTN) mengalokasikan dana US$ 15 Juta dari kas internal yang akan digunakan sebagai uang muka terkait rencana akuisi 17.7% kepemilikan Blok Offshore Northwest Java (ONWJ). Untuk mendukung pendanaan, MTFN berencana menerbitkan 27.83 miliar lembar saham baru melalui proses rights issue dengan target perolehan dana mencapai Rp 2.78 Triliun (harga penawaran Rp 100 per lembar). Sekitar 89.6% dana hasil rights issue senilai Rp 2.41 Triliun akan dialokasikan untuk akuisisi Blok ONWJ senilai US$ 210 Juta dan sisanya dialokasikan untuk modal kerja. MTFN akan membeli 17.7% Blok ONWJ melalui akuisisi 100% saham Owen Holdings Limited dari Densel Ventures Ltd yang memiliki 69.39% saham dan OG Resource Limited yang memiliki 30.61% saham.
 
PTBA – Rencana buyback
PT Tambang Batubara BUkit Asam (PTBA) berencana membeli kembali sebanyak 1,53% saham perseroan di pasar dan PTBA telah menyiapkan dana sebesar Rp 428.3 Miliar. Sesuai rencana, buyback akan dilakukan secara bertahap selama 10 Maret 2014-9 Juni 2014. Dana buyback berasal dari saldo laba perseroan sebesar Rp 1.6 Triliun. PTBA akan menyimpan saham yang telah dibeli sebagai treasury stock selama tiga tahun. Danareksa Sekuritas bertindak sebagai perantara efek. (detik.com)

Mega Capital: IHSG Fluktuatif, Cenderung Melemah

Jakarta -Bursa Saham Global Bergerak Mixed Pekan Lalu. Indeks MSCI Asia Pacifik menguat 1.13% pekan lalu. Seiring dengan Asia, dalam seminggu terakhir IHSG menguat sebesar 1.42%. Beberapa faktor positif penggerak indeks adalah penguatan nilai tukar Rupiah, masuknya dana asing ke bursa dan data inflasi Februari yang membaik. Data neraca perdagangan Januari yang membukukan defisit sebesar USD 0.43 miliar serta turunnya ekspor sempat menjadi penekan indeks. Adapun untuk Jumat, IHSG terkoreksi -1.97 poin (-0.04%) di 4,685.89. Investor asing kembali membukukan net buy senilai IDR 112.5 miliar sehingga total net buy asing mencapai IDR 11.3 triliun. Sementara itu, Bank Indonesia merilis data cadangan devisa per akhir Februari 2014 yang bertambah USD 2.09 miliar menjadi USD 102.74 miliar.
Sementara, bursa Amerika ditutup menguat minggu lalu didukung oleh redanya krisis di Ukraina serta indikasi bahwa cuaca buruk merupakan penyebab dari data ekonomi yang tidak begitu baik. Adapun untuk perdagangan Jumat lalu, Dow menguat 0.19%, S&P 500 menguat 0.05% dan Nasdaq terkoreksi -0.37%. Data pengangguran naik ke 6.7% dari 6.6% sedangkan data non-farm payrolls menunjukkan penambahan 175K lapangan kerja di Februari, dari ekspektasi 149K. Adapun indeks utama Eropa ditutup melemah pekan lalu dengan FTSE terkoreksi -1.4%, DAX terkoreksi -3.4% dan CAC terkoreksi -0.9% selama perdagangan minggu lalu akibat aksi profit taking setelah pertemuan ECB serta ketegangan antara Rusia dan Ukraina menyusul okupansi Rusia di Crimea.
IHSG Fluktuatif, Cenderung Melemah (Range : 4,650—4,725). Sempat dibuka menguat di awal sesi perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG akhirnya ditutup melemah tipis berada di level 4,685. Hal tersebut menunjukkan berkurangnya dorongan beli yang di sisi lain meningkatnya tekanan jual yang ada, di mana berpotensi membawa indeks mengalami koreksi menuju support level terdekat di 4,665. Stochastic juga menunjukkan bahwa IHSG sudah mengalami kejenuhan terhadap aksi beli. Hari ini diperkirakan indeks kembali fluktuatif dengan kecenderungan melemah. (detik.com)