korea by dewanti

Thursday, March 20, 2014

Pemerintah Bidik Ekspor Tahun Ini Tembus Rp 2.000 Triliun

Jakarta -Kementerian Perdagangan (Kemendag) mentargetkan ekspor Indonesia di tahun 2014 mencapai US$ 190 miliar atau Rp 2090 triliun. Dari jumlah itu US$ 158-160 miliar atau 70% didapat dari ekspor produk non migas.
Angka itu lebih besar bila dibandingkan tahun 2013 lalu yang hanya US$ 182,57 miliar. Demi mencapai target khusus di tahun 2014 itu, Kemendag membuat sistem pemetaan atau semacam roadmap sasaran target ekspor.
Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak mengungkapkan di dalam perencanaan pemetaan khususnya berkaitan dengan negara tujuan ekspor produk Indonesia dibedakan menjadi dua yaitu main market (pasar utama) dan prospective market (pasar potensial).
"Iya (cara ini) untuk merealisasikan target ekspor Indonesia di tahun 2014," ungkap Nus kepada detikFinance saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jalan Ridwan Rais Jakarta, Kamis (20/03/2014).
Ada 14 negara yang menjadi bidikan Kemendag sebagai pasar utama ekspor (main market) produk Indonesia seperti Jepang, Korea, China, India, Singapura, Thailand, vietnam, Filipina, Belanda, Italia, Spanyol dan Inggris. Ditargetkan Indonesia bisa mendapatkan devisa dari setiap negara sebesar US$ 2 miliar.
Sementara itu untuk pasar potensial (prospective market), Kemendag membidik 33 negara seperti Taiwan, Hongkong, Myanmar, Kamboja, Saudi Arabia, Iran, Brazilia, Meksiko, Argentina, China, Australia, Afrika Selatan, Mesir dan Nigeria. Diharapkan Indonesia mendapatkan devisa dari setiap negara sebesar US$ 1 miliar.
Sama dengan negara tujuan, target ekspor menurut produk juga dibedakan menjadi dua yaitu produk utama (main products) dan produk potensial (prospective products). Produk utama ekspor Indonesia seperti batu bara, CPO, tekstil, elektronik, produk kayu, produk kimia, produk logam, mesin-mesin, dan makanan olahan.
Sementara untuk produk eskpor yang potensial seperti alas kaki, perhiasan, produk plastik, udang, ikan dan produk ikan, kakao dan olahannya, kerajinan, rempah-rempah serta kulit dan produk kulit. Ia berharap target ekspor sebesar US$ 190 miliar tahun ini bisa tercapai.
"Target ekspor kita tahun ini ada pertumbuhan sebesar 4,1% walaupun teralu pesimis kita lihat saja. Target ekspor kita US$ 190 miliar, US$ 158-160 miliar itu datang dari non migas sekitar 70% lebih kontribusinya ekspor non migas dari ekspor kita," jelasnya. (detik.com)

Harga Emas Antam Anjlok Lagi Hingga Rp 6.000/Gram

Jakarta - Setelah kemarin anjlok Rp 4.000/gram, hari ini harga emas batangan Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali turun Rp 6.000/gram.
Seperti dikutip dari situs resmi Logam Mulia Antam, Kamis (20/3/2014), harga emas batangan Antam dipatok hanya Rp 540.000/gram atau turun dari posisi kemarin yang sempat tembus Rp 546.000/gram.
Sementara harga jual kembali atau buyback emas Logam Mulia Antam juga turun jadi 480.000/gram dari Rp 486.000/gram.
 
Berikut daftar harga emas Antam hari ini:
  • 500 gram : Rp 250.300.000 
  • 250 gram : Rp 125.250.000 
  • 100 gram : Rp 50.150.000 
  • 50 gram : Rp 25.100.000 
  • 10 gram : Rp 5.060.000 
  • 5 gram : Rp 2.555.000 
  • 1 gram : Rp 540.000
"Untuk transaksi pembelian emas batangan datang langsung ke PT Antam Tbk Jakarta setiap harinya kami batasi hingga maksimal 150 nomor antrean saja," kata Antam dalam situs resminya. (detik.com)

Yellen Ingin Naikkan Suku Bunga, Wall Street Ketar-ketir

New York - Pasar saham Wall Street menyambut negatif pernyataan Gubernur The Federal Reserve Janet Yellen soal kemungkinan adanya kenaikan tingkat suku bunga acuan.
Bank sentral AS itu tida memperhitungkan tingkat pengangguran di Amerika Serikat (AS) dalam mengukur kekuatan ekonominya. Itulah mengapa muncul pernyataan sudah waktunya suku bunga di negeri Paman Sam harus naik.
Saham-saham langsung terkena aksi jual begitu Yellen mengumumkan hal ini. Jika benar terjadi, maka ini merupakan perubahan suku bunga pertama kalinya dalam enam bulan terakhir.
Ditambah program stimulus The Fed yang dikenal dengan Quantitative Easing (QE) akan dihentikan sekitar penghujung tahun ini. Padahal pelaku pasar berharap program pembelian obligasi senilai US$ 65 miliar per bulan ini bisa berlanjut setidaknya sampai medio 2015.
"Dia (Yellen) sedikit mengguncang pasar, dan saya kira pelaku pasar benar-benar terkejut karena selama ini di bawah pimpinan Yellen, The Fed dinilai tidak terlalu agresif," ujar Peter Kenny, CEO Clearpool Group di New York, seperti dikutip Reuters, Kamis (20/3/2014).
Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 114,02 poin (0,70%) ke level 16.222,17. Indeks S&P 500 berkurang 11,48 poin (0,61%) ke level 1.860,77. Indeks Komposit Nasdaq turun 25,711 poin (0,59&) ke level 4.307,602. (detik.com)