korea by dewanti

Friday, April 4, 2014

Semesta Indovest: IHSG Ditopang Minat Beli

Jakarta -Bursa AS ditutup melemah tipis pada perdagangan Kamis dengan indeks Dow Jones turun 0,45 poin, S&P 500 turun 0,11%, dan Nasdaq turun 0,91%. Investor terlihat wait and see jelang pengumuman job report pada hari Jumat. Saham-saham teknologi melemah lebih dari 3% antara lain seperti Facebook, Linkedin, Groupon akibat investor melakukan aksi profit taking dari kenaikan harga saham yang telah terjadi. Dari data ekonomi, indeks sektor jasa menguat pada Maret ke level 53,1 lebih rendah dari perkiraan 53,5 namun lebih tinggi dari indeks bulan lalu di 51,6.Defisit perdagangan AS diluar dugaan melebar menjadi 7,7%.
Bursa eropa ditutup mixed ditopang oleh komentar Presiden ECB, Mario Draghi yang mengatakan ECB siap menggunakan segala instrument yang unconventional termasuk QE untuk mendukung perekonomian dan sedang dibahas dalam Governing Council. Hal ini terkait gejala terjadinya deflasi di Eropa.
Bursa Indonesia hari ini diperkirakan masih berpeluang untuk bergerak menguat ditopang oleh minat beli yang masih cukup tinggi di sejumlah saham. Indeks EIDO turun 0,39%. Saham-saham yang dapat diperhatikan hari ini antara lain PWON, LPKR, TOTL, BEST. SSMS.
 
Indonesia News Highlight
• Laba JA Wattie Turun 55%
• Laba Panin Financial Naik 7,7%
• Surya Semesta Incar Laba Rp700 M
• Laba Nusantara Infrastructure Naik 57,5%
 
Trading Counter – Technical Analysis
• PWON - Trading Buy
• LPKR – Trading Buy
• TOTL – Trading Buy
• BEST – Trading Buy
• SSMS – Trading Buy
 
sumber:detik.com

Mandiri Sekuritas: Jangka Pendek IHSG Bisa Menguat

Jakarta -Pasar saham Amerika Serikat (AS) berbalik arah melemah, menjelang rilis data ekonomi baru. Dini hari tadi, indeks saham Dow Jones Industrial Avg turun -0,01% dan S&P 500 terkoreksi -0,11%.
Dari pasar Asia, indeks di beberapa negara terkemuka juga dibuka melemah. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh Nikkei 225 di Jepang yang turun -0,22%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan dibuka koreksi -0,22%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas ditutup menguat. Harga minyak mentah WTI terapresiasi +0,07% ke US$100,36 per barel. Sementara harga emas Comex naik +0,07% ke posisi US$1285,30 per troy ounce.
Dari dalam negeri, investor mulai mengakumulasi pembelian jelang pemilihan umum legislatif 9 April mendatang. Di sisi lain, dana asing terus masuk ke pasar modal Indonesia, seiring dengan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas, IHSG diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Jangka pendek indeks masih dalam fase up trend dan bergerak di area resistance rising wedge. Indeks rebound dan breakout resistance rising wedge di level 4.878. Indeks berpotensi bergerak mixed to up hari ini, di kisaran support 4.879 dan resistance 4.899 / 4.908.(detik.com)

Trust Securities: Posisi IHSG Rawan Pelemahan

Jakarta -Lagi-lagi IHSG menunjukkan ketahanannya dimana mampu berbalik positif dengan kembalinya aksi beli pelaku pasar. Padahal sebelumnya dengan tidak mampunya bertahan di zona positif karena maraknya profit taking memberikan sinyal pelemahan. Di sisi lain, ternyata laju bursa saham AS dan Eropa yang masih dapat menghijau setelah merespon membaiknya PPI MoM Zona Euro yang diikuti dengan kenaikan GDP nya serta rilis kenaikan MBA mortgage applications, factory orders MoM, dan ADP employment change AS. Masih adanya aksi profit taking, mulai variatifnya laju bursa saham Asia, dan pelemahan lanjutan Rupiah membuat laju kenaikan IHSG menjadi terbatas. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4896,61 (level tertingginya) di mid sesi 1 dan menyentuh level 4876,41 (level terendahnya) awal sesi 1 dan berakhir di level 4891,32. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Jumat (4/4) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4870-4880 dan resisten 4901-4912. Shooting star dekati upper bollinger band (UBB). MACD kembali mendatar setelah membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William's %R mulai terbatas kenaikannya. Laju IHSG cenderung mendekati kisaran support (4848-4860) dan mampu bertahan tidak menuju level tersebut. Posisi ini akan rawan pembalikan arah melemah jika sentimen yang ada, terutama dari imbas rilis data-data ekonomi global tidak cukup kuat mendukung kenaikan lanjutan IHSG.(detik.com)