Jakarta -IHSG pada perdagangan Senin 21 April 2014 ditutup melemah 0,097% pada level 4892, setelah hampir sepanjang perdagangan berada di teritori positif. Sektor properti dan konstruksi mengalami pelemahan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp315,5 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat dipicu oleh indikasi membaiknya kinerja emiten pada earning season triwulan I ini. Namun volume perdagangan cenderung tipis. Menurut data Bloomberg, dari emiten yang telah merilis laporan keuangan sebanyak 70% melaporkan laba yang melebihi estimasi. Berdasarkan konsensus, pasar memprediksi rata-rata emiten membukukan kenaikan laba sebesar 0,7% dan pertumbuhan pendapatan sebesar 2,6%. Pada pekan ini beberapa emiten dijadwalkan akan merilis laporan keuangan, seperti Apple, Biogen, Facebook, McDonald's Corp, Procter & Gamble dan Caterpillar. Sementara itu data leading indicator AS pada bulan Maret menunjukkan kenaikan pada level tertinggi dalam hampir 4 bulan terakhir. In deks outlook ekonomi tersebut pada bulan Maret naik 0,8% setelah pada bulan Februari naik 0,5%. Pembicaraan mengenai kemungkinan merger antara Newmont Mining Corp dengan Barick Gold Corp, juga menambah sentimen positif. Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan bergerak mixed. Untuk hari ini IHSG bergerak pada kisaran level 4853-4950. Rekomendasi: BMRI, BBCA, PGAS, TLKM, LSIP, ASII, SSMS.(detik.com)
korea by dewanti
Tuesday, April 22, 2014
Trust Securities: Pelaku Pasar Ingin Profit Taking
Jakarta -IHSG tampaknya tidak mampu mempertahankan posisinya di zona hijau. Padahal banyak pelaku pasar yang berharap IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikannya bertepatan dengan perayaan Hari Kartini. Seperti yang kami tulis sebelumnya, dengan terbentuknya Doji star di atas middle bollinger band dan terbatasnya pergerakan IHSG membuat rawan pembalikan arah jika sentimen yang ada kurang mendukung sehingga harapan akan masih adanya volume beli masih dapat mempertahankan IHSG di zona hijau meski tipis tidak tercapai. Kami melihat pelemahan yang terjadi lebih dikarenakan berkurangnya volume beli karena IHSG sudah mengalami kenaikan dalam beberapa hari, kembali melemahnya nilai tukar Rupiah, dan imbas dari variatif cenderung melemahnya laju bursa saham Asia. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4915,20 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4887,78 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4892,29. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Selasa (21/4) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4860-4872 dan resisten 4913-4918. Spinning di atas middle bollinger band (MBB). MACD masih bergerak landai dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William's %R mulai berbalik arah turun. Laju IHSG sempat berada di kisaran target support (4879-4888) dan resisten (4910-4917) sehingga memperlihatkan pertarungan antara volume beli dan jual. Jika pelaku pasar masih memiliki keinginan untuk profit taking maka akan membuat IHSG berpeluang melanjutkan pelemahannya.(detik.com)
Mandiri Sekuritas: Minat Jual Mulai Meningkat
Jakarta -Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat dalam lima hari beruntun, menyusul rilis kinerja emiten yang cenderung membaik. Dini hari tadi, Indeks saham Dow Jones Industrial Avg ditutup naik +0,25% dan S&P 500 terapresiasi +0,38%.
Dari pasar Asia, indeks di beberapa negara terkemuka juga dibuka menguat. Kenaikan pasar saham Asia ditunjukkan oleh Nikkei 225 di Jepang yang menguat +0,40%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan dibuka terapresiasi +0,04%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas ditutup bervariasi. Harga minyak mentah WTI melemah -0,11% ke US$103,54 per barel. Sementara harga emas Comex menguat +0,06% ke posisi US$1289,30 per troy ounce.
Dari dalam negeri, Biro Pusat Statistik (BPS) memprediksi terjadi deflasi dan surplus neraca perdagangan pada April 2014. Sama halnya dengan BPS, Bank Indonesia (BI) juga memprediksi akan terjadi deflasi 0,08% - 0,1% di April 2014, jika kondisi perekonomian dalam negeri dapat terjaga secara konsisten.
Di sisi lain, investor juga masih menanti pengumuman calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung oleh partai politik.
Sementara itu, Analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengatakan jika IHSG diperdagangkan diatas EMA 200 hari. Indeks cenderung konsolidasi dan akan bergerak mixed to down. Indeks juga telah menyentuh resistance dan tertahan di level 4.906. Indikator stochastic membentuk death cross dan minat jual investor semakin meningkat.
Hari ini indeks masih akan bergerak mixed to down dan bergerak dikisaran support 4.881 serta resistance 4.909.(detik.com)
Subscribe to:
Posts (Atom)