korea by dewanti

Monday, April 28, 2014

Trust Securities: IHSG Berpotensi Melemah

Jakarta -Pasca mengalami pergerakan terbatas dalam beberapa hari terakhir, laju IHSG di akhir pekan mampu kembali ke jalur hijau seiring masih adanya minat beli dari pelaku pasar. Kembali terapresiasinya nilai tukar Rupiah dan meningkatnya transaksi di pasar obligasi terutama didominasi oleh transaksi obligasi jangka panjang (FR70, FR68, FR53, dan lainnya) memberikan angin segar pada IHSG. Pelaku pasar pun memanfaatkannya dengan masih bertahan melakukan aktivitas beli. Padahal penguatan IHSG juga terhalangi oleh sentimen variatif cenderung melemahnya laju bursa saham Asia dan pelemahan pada saham-saham konsumer. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4916,43 (level tertingginya) di mid sesi 1 dan menyentuh level 4894.79 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4897,64. Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Senin (28/4) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4884-4890 dan resisten 4910-4920. Gravestone doji bertahan masih di atas middle bollinger band (MBB). MACD masih bergerak landai dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William's %R masih tertahan kenaikannya. Meski hanya naik tipis namun, laju IHSG mampu bertahan di atas kisaran target support (4860-4876) dan mampu berada di kisaran target resisten (4906-4918). Masih maraknya minat jual dan mulai adanya aksi jual asing dapat membuat IHSG tertahan untuk melanjutkan kenaikannya. Laju IHSG pun akan cenderung sideways dan berpotensi melemah jika tidak adanya sentimen positif yang menahannya.(detik.com)

Woori Korindo: IHSG Bergerak Konsolidatif

Jakarta -Pada penutupan market hari Jumat (18/4) IHSG berakhir di posisi 4,897.64 (+0.13%). Investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp 16 miliar. IHSG tampak bergerak dalam range 4,891-4,916. Sektor Properti menjadi sektor yang mengalami penguatan terbanyak yakni sebesar 1.25%. Sebanyak 188 saham menguat, 264 saham melemah, dan 87 saham tidak berubah.
Pada hari Senin (28/9), IHSG diperkirakan masih akan bergerak konsolidatif, aksi wait and see investor terkait pengumuman bursa calon presiden dan koalisi perpolitikan masih menjadi isu yang ditunggu. Support 4,780-4,860 dan resisten di 4,950-5,000. Selain itu katalis market antara lain akan berasal dari pembagian deviden dan hasil laporan keuangan kuartal pertama sejumlah emiten.
Bursa saham AS ditutup melemah pada hari Jumat (25/4) akibat pengaruh dari sentimen meningkatnya ketegangan konflik geopolitik di Ukraina. Dow Jones -0.85% di 16,361.46, S&P 500 -0.81% di 1,863.40, dan NASDAQ -1.75% di 4,075.56. S&P mendowngrade credit rating Rusia ke BBB-/A-3 dari BBB/A-2 serta mata uang Rusia ke BBB dari BBB+.
Indeks saham Eropa turut berakhir negatif akibat situasi Ukraina yang membayangi pergerakan saham Eropa. FTSE 100 -0.26% di 6,685.69, CAC 40 -0.80% di 4,443.63, dan DAX -1.54% di 9,401.55 akibat eksposure bisnis Jerman yang tinggi ke Rusia.(detik.com)

BURSA KORSEL: Indeks Kospi Naik 0,14% Pagi Ini

Bisnis.com, JAKARTA— Bursa Korea Selatan pada perdagangan hari ini, Senin (28/4/2014) bergerak menguat.
Korea Stock Exchange Kospi Index saat dibuka ke 1.969,04. Pada Jumat (25/4/2014) indeks Kospi ditutup pada level 1.971,66 (melemah 1,34%).
Pada pukul 07.26 WIB atau 09.26 waktu Korsel, indeks jadi menguat 0,14% ke 1.974,35.
Adapun sektor  yang memimpin penguatan adalah elektronik (1,38%), metal (0,84%), transportasi (0,21%).
Dari 763 saham yang ada sampai pk. 07.26 WIB sebanyak 257 saham menguat, 283 melemah, dan 220  stagnan.