korea by dewanti

Friday, June 13, 2014

Waterfront Securities: IHSG Cenderung Melemah

Jakarta -IHSG pada perdagangan Kamis 12 Juni 2014 ditutup melemah 0,75% pada level 4934. Sektor infrastruktur menyumbangkan pelemahan terbesar, sedangkan sektor industri dasar menjadi satu-satunya sektor yang menguat. Investor asing melakukan net sell Rp441,7 miliar. Pelemahan antara lain didorong oleh koreksinya indeks bursa global akibat diturunkannya proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh World Bank. Seperti yang diperkirakan BI rate tetap pada level 7,5%. Indeks di bursa Wall Street melemah cukup signifikan akibat sentimen negatif dari meningkatnya kekerasan di Irak. Kondisi di Irak juga mendorong kenaikan harga minyak mentah pada level tertinggi selama delapan bulan terakhir. Meningkatnya kekerasan di Irak menimbulkan munculnya potensi kembali terjadinya perang saudara yang dapat menganggu produksi minyak dari negara anggota OPEC penghasil minyak terbesar kedua tersebut.
Data penjualan ritel AS bulan Mei meningkat 0,3%, namun lebih rendah dari estimasi yang sebesar 0,6%. Sedangkan data initial claims pekan lalu mengalami kenaikan menjadi 317 ribu, lebih tinggi dari estimasi yang sebanyak 310 ribu. Sementara itu Bank of England diperkirakan dapat menaikkan suku bunganya lebih cepat dari perkiraan investor. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan bergerak cenderung melemah. IHSG bergerak pada kisaran level 4897 - 4997. Rekomendasi: PGAS, SMGR, ASII, BBRI, ICBP, UNTR, BBCA.(detik.com)

Mandiri Sekuritas: IHSG Menurun Terbatas

Jakarta -Pasar saham AS melanjutkan pelemahan, seiring mengecewakannya data penjualan ritel dan tenaga kerja Paman Sam. Koreksi dialami indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar -0,65% dan indeks S&P500 sebesar +0,71%. Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh eskalasi yang terjadi di Irak. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 sebesar -0,89% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan sebesar -0,51%. Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak variatif. Harga minyak mentah WTI naik +0,38% ke posisi US$106,93 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,08% ke level US$1.273 per troy ounce. Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) di angka 7,5%. Di sisi lain, Pertumbuhan kredit pada sektor swasta di April 2014 melambat menjadi 18,5% secara tahunan atau year on year (yoy), dari bulan sebelumnya 19,1%.
Sedangkan indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengatakan, indeks memasuki fase konsolidasi dan bergerak melemah setalah gagal breakout fibo 50%. Hari ini indeks masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah dengan penurunan terbatas. Indeks akan bergerak di kisaran support 4.914 dan resistance 4.959.(detik.com)

Panin Sekuritas: IHSG Cenderung Melemah Terbatas

Jakarta -IHSG kemarin ditutup melemah menyusul penurunan proyeksi ekonomi dunia oleh World Bank cukup mengejutkan pelaku pasar, mengingat koreksi cukup besar yakni dari 3,2% yoy (proyeksi Jan-2014) menjadi 2,8% yoy.
Akibatnya, bursa seluruh dunia turun dimulai oleh Wall Street dan kini Asia. Selain itu dari dalam negeri pergerakan indeks juga masih dibayangi oleh nilai tukar rupiah. Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas. Kisaran support-resistance 4.915-4.955.(detik.com)