korea by dewanti

Tuesday, June 17, 2014

BURSA ASIA: Investor Menanti Arah Kebijakan The Fed

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Asia sedikit berubah seiring investor menunggu indikasi pertumbuhan dan arahan kebijakan The Federal Reserve.
Indeks MSCI Asia Pacific diperdagangkan di level 143,76 pada perdagangan Selasa (17/6/2014) pukul 09.03 waktu Tokyo atau pukul 07.03 WIB.
"Terdapat sejumlah data positif dari AS. Tetapi, investor masih menanti keputusan rapat The Fed," ujar Stan Shamu, Markets Strategist IG Ltd, seperti dikutip Bloomberg.
Indeks Jepang Topix naik 0,2%, indeks Korea Selatan Kospi naik 0,1%, indeks Australia S&P/ASX 200 turun 0,1%, indeks Selandia Baru NZX 50 sedikit berubah.

Debat Capres Tak Bahas Pasar Modal, Ini Kata Investor

Jakarta -Debat calon presiden (capres) akhir pekan lalu membahas visi dan misi masing-masing di bidang ekonomi. Dalam paparannya, baik itu Jokowi Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto, tidak menyinggung sama sekali soal dunia keuangan termasuk pasar modal.
Investor kawakan Lo Kheng Hong menganggap paparan yang disampaikan kedua capres itu merupakan hal yang wajar. Keduanya membahas masalah ekonomi yang lebih penting bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.
"Ya itu wajar, mereka kan menyinggung yang lebih penting, seperti defisit anggaran dan lain-lain," katanya ketika dihubungi detikFinance, Selasa (17/6/2014).
Menurutnya, para investor pasar modal berharap presiden yang baru nanti, siapa pun itu, bisa membuat ekonomi Indonesia lebih baik lagi. Selain itu kestabilan negara juga diperhatikan demi membuat rakyat lebih sejahtera.
"Kalau Indonesia menjadi lebih baik lagi, negara stabil, aman, rakyat sejahtera tentu saja pasar modal otomatis akan menjadi lebih baik dan meningkat juga," katanya.
Seperti diketahui, akhir pekan lalu dua capres RI telah menjalani debat kandidat bertema 'Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial'. Debat ini dimoderatori oleh Ahmad Erani Yustika, Guru Besar Ekonomi Universitas Brawijaya.
Kedua capres banyak membicarakan ekonomi kerakyatan, dari Jokowi dengan kartu sehatnya, sampai Prabowo yang berniat mengutamakan kesejahteraan para petani.(detik.com)

Mandiri Sekuritas: Pelemahan IHSG Mulai Terbatas

Jakarta -Pasar saham AS melanjutkan penguatan, seiring dengan positifnya data manufaktur Paman Sam. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,03% dan indeks S&P500 sebesar +0,08%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh konflik di Irak. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 sebesar +0,31%. Sementara indeks KOSPI Composite di Korea Selatan melemah -0,05%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak variatif. Harga minyak mentah WTI naik +0,51% ke posisi US$98,86 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,26% ke level US$1.272 per troy ounce.
Dari dalam negeri, kisaran pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan secara tahunan hanya mencapai 12%. Capaian itu jauh dibandingkan dengan pertumbuhan kredit yang berada pada level 18,5% per April 2014. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah dalam empat hari terakhir.
Sementara itu, Analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengunkapkan, kemarin indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak diatas EMA200 hari. Indeks bergerak mixed dengan kecenderungan melemah.
Pada perdagangan hari ini, indeks berpotensi mixed dengan kecenderungan melemah terbatas. Support kuat berada di level 4.863, dan resistance di 4.911.(detik.com)