korea by dewanti

Friday, June 20, 2014

Trust Securities: IHSG Masih Lesu

Jakarta -Masih adanya kekhawatiran terhadap imbas kenaikan harga minyak mentah dan masih melemahnya nilai tukar Rupiah, meski telah berkurang, membuat IHSG sulit merespon positif laju bursa saham AS dan Eropa sebelumnya yang menguat pasca rapat FOMC yang masih mempertahankan tingkat suku bunga rendahnya.
Belum lagi penilaian imbas dari pemangkasan anggaran di sejumlah kementerian, terutama konstruksi, dan rilis perlambatan pertumbuhan utang luar negeri yang diasumsikan adanya perlambatan pendanaan untuk ekspansi menambah sentimen negatif. Belum adanya sentimen positif yang dapat dirasakan pelaku pasar membuat IHSG masih terbelenggu dalam zona merah. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4900,32 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4859,20 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan berakhir di level 4864,27. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Kamis (20/6) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4848-4855 dan resisten 4905-4918. Black marubozu di atas lower bollinger band (LBB ). MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William's %R masih melanjutkan penurunan. IHSG lebih banyak menghabiskan waktu di bawah kisaran target support (4875-4879). Meski sempat berada di kisaran target resisten (4890-4910) namun, tidak kuat bertahan dan kembali turun. Mulai menguatnya Rupiah dan masih postifnya laju bursa saham AS mestinya dapat berimbas positif pada IHSG yang sedang lesu kurang fit untuk naik.(detik.com)

Mandiri Sekuritas: IHSG Bisa Naik Terbatas

Jakarta -Pasar saham AS melanjutkan rally penguatan, seiring optimism The Fed akan mempertahankan suku bunga rendah dalam jangka panjang. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,09% dan indeks S&P500 sebesar +0,03%. Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga rendah AS. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 sebesar -0,04% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan -0,50%. Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terapresiasi. Harga minyak mentah WTI naik +0,07% ke level US$106,12 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,03% ke posisi US$1.314,50 per troy ounce. Dari dalam negeri, transaksi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) relatif menurun, seiring gelaran Piala Dunia 2014, dan pemilihan presiden yang semakin dekat. Di sisi lain, nilai tukar rupiah berbalik menguat, setelah mengalami tekanan dalam seminggu terakhir. Minimnya sentimen positif juga membuat pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) relatif terbatas
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengatakan, IHSG diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks memasuki fase konsolidasi dan bergerak mixed tertahan di EMA 50 hari. Koreksi sudah semakin terbatas. Indicator stochastic berpotensi membentuk golden cross. Hari ini indeks akan bergerak mixed to up dengan kenaikan terbatas. Indeks akan bergerak di kisaran support 4.849 dan resistance 4.890.(detik.com)

Waterfront Securities: IHSG Cenderung Melemah

Jakarta -IHSG pada perdagangan Kamis 19 Juni 2014 ditutup melemah 0,48% pada level 4864. Semua sektor melemah dengan kontribusi pelemahan terbesar pada sektor pertambangan dan konstruksi. Investor asing melakukan net sell Rp206,8 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat seiring dengan berlanjutnya optimisme akan perekonomian AS setelahpertemuan dan komentar The Fed sehari sebelumnya. Pernyataan The Fed yang akan mempertahankan suku bunga rendah dalam jangka waktu lama menjadi faktor positif bagi bursa saham. Saham energi mengalami kenaikan terbesar seiring dengan kenaikan harga minyak mentah, setelah diberitakan Presiden Obama mengirimkan 300 penasihat militer AS ke Irak sebagai bantuan kepada pemerintah Irak dalam mengatasi pemberontak di negara tersebut. Data indeks leading indicators bulan Mei mengalami kenaikan 0,5%, yang merupakan kenaikan selama empat bulan berturut-turut. Indeks Philadelphia's Fed naik pada level 17,8 di bulan Juni dari level 15,4 bulan Mei, dan lebi h baik dari estimasi yang berada pada level 14. Data initial claims pekan lalu menunjukkan jumlah pengangguran yang mengajukan klaim mengalami penurunan menjadi 312 ribu, lebih rendah dari estimasi 314 ribu. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan bergerak cenderung melemah. IHSG bergerak pada kisaran level 4840 - 4900. Rekomendasi: PTBA, PGAS, UNVR, BBCA, SILO, AKRA, ROTI.(detik.com)