korea by dewanti

Wednesday, October 23, 2013

BEI: Porsi Kepemilikan Asing di Pasar Modal Indonesia Menyusut

Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengklaim kepemilikan asing di bursa Indonesia mulai menyusut. Investor lokal saat ini sudah mulai menggeliat. Hal itu dibuktikan dengan terus meningkatnya porsi kepemilikan investor lokal di lantai bursa.
Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI Adikin Basirun menyebutkan, berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Agustus 2013, porsi kepemilikan asing sudah berkurang menjadi hanya 51% dibanding tahun 2009 yang mencapai 67%.
"Itu gambaran bagus buat kita. Idealnya memang 50:50. Ini efek sosialisasi. Investor lokal Banyak masuk lewat saham langsung, reksadana, unit link. Nantinya dengan adanya investor lokal 50% diharapkan volatilitas pasar saham kita berkurang," ujar Adikin saat acara Diskusi Pasar Modal di Downtown Resto, Jakarta, Rabu (23/10/2013).
Dia menjelaskan, pihaknya akan terus menggenjot investor lokal untuk bisa masuk pasar modal Indonesia. Tingginya porsi kepemilikan investor lokal menjadi kekuatan pasar modal Indonesia.
Dia mencontohkan, pasar modal Korea menjadi kuat karena dukungan investor lokal yang tinggi.
"Korea kekuatan mereka adalah investor lokal di samping menggunakan online trading, mereka juga pakai mobile trading sehingga investor lokal tinggi," kata dia.
Lebih jauh Adikin menjelaskan, jika kepemilikan asing di dalam negeri masih tinggi, maka mau tidak mau pergerakan pasar modal Indonesia akan sangat bergantung terhadap asing.
"Peran asing dominasinya sangat besar sekali. Ini menjadi pendorong ketika masuk
dan ketika keluar juga menunjukkan dominasi itu sendiri, yang menyebabkan pergerakan pasar," terangnya.
Adikin menambahkan, dengan populasi penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta penduduk, masih tinggi kemungkinan investor lokal untuk bisa mendominasi di pasar modal.
"Investor lokal masih punya peluang. Populasi 240 juta penduduk. Sekarang penetrasi investor masih sangat kecil. Sebagain besar investor ada di Jawa 90%. Lebih menarik 80% dari 90% ada di Jakarta. Tantangannya kita mau melakukan penyebaran melalui sosialisasi diharapkan bisa jadi katalis investor domestik di Indonesia," tandasnya. (detik.com)

Ramai Aksi Beli, IHSG Menanjak 47 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 47 poin menyusul maraknya aksi beli yang terjadi di lantai bursa. Saham-saham unggulan dan lapis dua jadi incaran investor.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melaju 36,568 poin (0,81%) ke level 4.550,168 erkat aksi beli yang dilakukan investor lokal. Harapan berlanjutnya stimulus The Fed di AS membuat pelaku pasar percaya diri.
Indeks balas dendam dengan menguat cukup tinggi setelah kemarin jatuh cukup dalam. Indeks pun sempat menembus posisi tertingginya di level 4.570,717.
Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (23/10/2013), IHSG melonjak 47,505 poin (1,05%) ke level 4.560,248. Sementara Indeks LQ45 menanjak 9,331 poin (1,23%) ke level 767,758.
Seluruh indeks sektoral kompak menguat di zona hijau. Saham-saham unggulan kembali jadi sasaran aksi beli baik investor asing maupun lokal.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 95.182 kali pada volume 3,388 miliar lembar saham senilai Rp 3,877 triliun. Sebanyak 175 saham naik, sisanya 46 saham turun, dan 91 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia siang ini malah banyak yang berguguran ke zona merah, padahal pagi tadi rata-rata masih menguat. Sekarang hanya bursa Singapura dan Indonesia yang menguat.
 
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 25,79 poin (1,17%) ke level 2.184,87. 
  • Indeks Hang Seng menipis 16,05 poin (0,07%) ke level 23.299,94. 
  • Indeks Nikkei 225 jatuh 224,59 poin (1,53%) ke level 14.488,66. 
  • Indeks Straits Times naik 6,76 poin (0,21%) ke level 3.216,97. 
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mandom (TCID) naik Rp 500 ke Rp 10.500, Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 31.200, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 400 ke Rp 14.350, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 400 ke Rp 66.800.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain SMART (SMAR) turun Rp 400 ke Rp 6.900, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 250 ke Rp 36.850, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 150 ke Rp 32.850, dan Fast Food (FAST) turun Rp 125 ke Rp 2.400. (detik.com)

Saham RIMO sudah Aktif Lagi di Bursa

INILAH.COM, Jakarta - Saham PT PT Rimo Catur Lestari Tbk (RIMO) dapat aktif lagi di perdagangan saham mulai sesi I hari ini.
Saham emiten perdagangan, jasa dan investasi ini dapat beraktivitas lagi di pasar reguler dan pasar tunai. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Rabu (23/10/2013).
BEI telah menghentikan saham RIMO pada perdagangan Selasa (22/10/2013) kemarin. Sebab saham ini telah naik Rp66 atau 97,06% dari harga penutupan Rp68 pada tanggal 7 Oktober 2013 menjadi Rp134 pada penutupan 21 Oktober 2013.
Saat ini saham RIMO berada di harga Rp135 setelah naik Rp1 dengan volume 468 saham senilai Rp31,6 juta.