korea by dewanti

Friday, October 25, 2013

Koreksi IHSG Paling Minim di Regional, Turun 13 Poin

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 13 poin menutup perdagangan akhir pekan setelah bergerak fluktuatif. Koreksi yang diderita indeks merupakan yang paling minim di antara bursa-bursa regional.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 10.980 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.140 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melemah 15,481 poin (0,34%) ke level 4.579,364 terkena tekanan jual. Posisi indeks yang kemarin sudah naik tinggi langsung dimanfaatkan investor untuk ambil untung.
Indeks bergerak dalam rentang yang tipis dan tidak terlalu lebar. Indeks sempat naik ke zona hijau meski hanya sebentar, singgah di level tertingginya 4.604,207.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 16,880 poin (0,37%) ke level 4.577,965 setelah melewati perdagangan yang fluktuatif sejak pembukaan perdagangan. Indeks ikut jatuh bersama bursa-bursa regional.
Sepanjang perdagangan sesi sore IHSG sama sekali tidak menyentuh zona hijau. Indeks terus terjerembab di zona merah hingga ke level terendahnya di 4.567,406.
Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (25/10/2013), IHSG turun 13,999 poin (0,30%) ke level 4.580,846. Sementara Indeks LQ45 melemah 2,892 poin (0,37%) ke level 771,773.
Enam dari sepuluh indeks sektoral jatuh ke zona merah, dipimpin oleh sektor infrastruktur. Empat sektor masih menguat, yaitu konstruksi, aneka industri, finansial dan perdagangan.
Aksi ambil untung banyak dilakukan oleh investor domestik, investor asing juga tak ketinggalan meski porsinya tidak terlalu banyak. Saham-saham berbasis komoditas juga kena koreksi cukup dalam.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 165.074 kali pada volume 4,993 miliar lembar saham senilai Rp 5,95 triliun. Sebanyak 108 saham naik, sisanya 127 saham turun, dan 118 saham stagnan.
Bursa-bursa regional masih terjebak di teritori negatif menutup perdagangan akhir pekan. Bursa saham China dan Jepang jatuh cukup dalam hingga lebih dari satu persen.
 
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 31,37 poin (1,45%) ke level 2.132,96. 
  • Indeks Hang Seng turun 137,48 poin (0,60%) ke level 22.698,34. 
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 398,22 poin (2,75%) ke level 14.088,19. 
  • Indeks Straits Times berkurang 11,78 poin (0,37%) ke level 3.206,17. 
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Lionmesh (LMSH) naik Rp 2.000 ke Rp 12.200, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.400 ke Rp 68.400, Matahari (LPPF) naik Rp 600 ke Rp 13.000, dan Sona Topas (SONA) naik Rp 400 ke Rp 2.700.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 340 ke Rp 1.150, Astra Agro (AALI) turun Rp 250 ke Rp 20.650, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 13.300, dan PGN (PGAS) turun Rp 175 ke Rp 4.975. (detik.com)

Bursa Asia Memerah Khawatirkan Eknomi China

INILAH.COM, Singapura - Bursa saham Asia mengalami pukulan ke zona negatif pada perdagangan Jumat (25/10/2013). Investor mengkhawatirkan terjadi lagi krisis likuiditas di China seperti bulan Juni 2013 lalu.
Indeks Nikkei turun ke level terendah dalam dua pekan terakhir. Untuk indeks Shanghai melemah ke level terendah dalam tujuh pekan terakhir. Sedangkan indeks Kospi dan indeks India hanya melemah tipis. Sementara indeks ASX naik ke level tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Indeks Nikkei terpangkas 2,7%, indeks Shanghai turun 1,4%, indeks ASX naik 1,2% ke 5.386,3, indeks Kospi turun 0,6%. Untuk suku bunga jangka pendek di China terus mengkhawatirkan pasar yang naik menjadi 4,8 persen. Sementara untuk repo overnight naik menjadi 7,5 persen sebagai level tertinggi sejak Juni 2013 lalu.
Bank sentral China memperketat likuiditas dengan menaik uang tunai dari sistem keuangan untuk ketiga kalinya dalam dua pekan terakhir pada Kamis (24/10/2013) kemarin. Kenaikan harga rumah, aliran dana asing ke perbankan dan data ekonomi China telah menjadi alasan kuat bagi bank sentral Negeri Tirai Bambu tersebut mengencangkan likuiditas.
"Asia sedang didikte oleh China sehingga tercermin dari pasar uang dan saham. Pasar uang berpotensi lebih tinggi dalam jangka pendek," kata Chris Weston, analis pasar dari IG seperti mengutip cnbc.com.
Indeks Nikkei melanjutkan pelemahan setelah yen naik ke 97 per dolar AS. Hal ini sebagai pelemahan indeks terburuk dalam dua bulan terakhir. Sedangkan indeks harga konsumen inti naik 0,7% pada bulan September dari periode yang sama tahun 2012 lalu.

Laba Telkom Rp15,6 T dengan Pendapatan Rp61,4 T

INILAH.COM, Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) meraih pendapatan Rp61,4 triliun pada kuartal ketiga 2013 dari Rp56,8 triliun pada periode yang sama tahun 2012 lalu.
Sedangkan laba bersih menjadi Rp15,6 triliun dari Rp14,1 triliun. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Jumat (25/10/2013).
Perseroan mencatatkan laba usaha sebesar Rp21,3 triliun dari Rp19,3 triliun. Untuk laba sebelum pajak sebesar Rp20,7 triliun dari Rp18,8 triliun.
Sementara pajak yang harus ditanggung perseroan mencapai Rp10,4 triliun dari Rp9,7 triliun. Dengan demikian laba bersih mencapai 15,6 triliun dari Rp14,1 triliun.
Pada periode tersebut, perseroan berhasil meningkatkan total aset menjadi Rp120,7 triliun dari Rp111,3 triliun. Sedangkan liabilitas perseroan menjadi Rp48,05 triliun dari Rp44,3 triliun.