korea by dewanti

Monday, November 18, 2013

Melonjak 58 Poin, IHSG Nyaris Balik ke 4.400

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 58 poin berkat aksi borong saham-saham unggulan. Meski naik cukup tinggi, indeks gagal balik ke level 4.400.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah Rp 11.632 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 11.605 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menanjak 34,737 poin (0,80%) ke level 4.370,180 didorong penguatan bursa-bursa regional. Aksi beli menyasar saham-saham unggulan yang harganya sudah terpangkas.
Indeks sama sekali tak menyentuh zona merah sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Indeks sempat menanjak hingga posisi tertingginya hari ini di 4.403,555.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menanjak 61,481 poin (1,42%) ke level 4.396,929 berkat aksi borong saham-saham murah. Indeks sempat menembus kembali level 4.400.
Indeks sektoral di lantai bursa tak lagi kompak menguat, sektor aneka industri memimpin penguatan dengan melonjak hingga lebih dari tiga persen. Sektor konstruksi jadi satu-satunya yang melemah.
Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (18/11/2013), IHSG ditutup melonjak 58,144 poin (1,34%) ke level 4.393,592. Sementara Indeks LQ45 ditutup menanjak 14,647 poin (2,03%) ke level 736,721.
Investor berburu saham murah setelah dapat sentimen positif dari bursa Asia. Setelah indeks naik tinggi, investor asing manfaatkan hal itu dengan melepas saham-saham konstruksi di harga yang tinggi.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 129.577 kali pada volume 3,335 miliar lembar saham senilai Rp 3,883 triliun. Sebanyak 141 saham naik, sisanya 99 saham turun, dan 93 saham stagnan.
Mayoritas bursa-bursa regional berhasil ditutup di jalur hijau dipimpin bursa China dan Hong Kong yang melonjak hingga lebih dari dua persen. Sayangnya bursa Singapura harus terjatuh ke zona merah.
 
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melonjak 61,39 poin (2,87%) ke level 2.197,22. 
  • Indeks Hang Seng menanjak 627,91 poin (2,73%) ke level 23.660,06. 
  • Indeks Nikkei 225 menipis 1,62 poin (0,01%) ke level 15.164,30. 
  • Indeks Straits Times naik tipis 2,01 poin (0,06%) ke level 3.203,28. 
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.000 ke Rp 66.000, United Tractor (UNTR) naik Rp 850 ke Rp 19.650, Unilever (UNVR) naik Rp 500 ke Rp 29.500, dan Nipress (NIPS) naik Rp 500 ke Rp 8.500.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.200 ke Rp 31.200, Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 400 ke Rp 6.800, Matahari (LPPF) turun Rp 350 ke Rp 11.150, dan Selamat Sempurna (SMSM) turun Rp 150 ke Rp 3.200. (detik.com)

Bursa Eropa Bergerak Terbatas di Awal Sesi

INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa bergerak terbatas pada awal perdagangan Senin (18/11/2013). Investor masih mengalami konsolidasi setelah naik selama enam pekan terakhir.
Indeks FTSE di London cenderung positif 0,02% ke 6.695,72, indeks CAC di Paris lebih rendah 0,1% ke 4.289,38 dan indeks DAX di Jerman lebih rendah 0,15 ke 9.159,29. Demikian mengutip marketwatch.com.
Penguatan terjadi pada saham Aberdeen Asset Management PLC 11,7%. Selain itu saham Lloyds Banking Group juga menguat 1 persen setelah menjual Scottish Widows Investment Partnership Group Ltd kepada manajer investasi dari Inggris.
Sementara saham Asia bergerak mixed seperti indeks Nikkei melemah 0,01%, indeks Shanghai naik 2,8%, indeks Kospi naik 0,2%, indeks ASX turun 0,3%, indeks Hang Seng turun 2,7%.

Inilah Alasan Sido Muncul Masuk Bursa

INILAH.COM, Jakarta - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul dalam melaksakan Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offring/IPO) untuk membangun kepercayaan masyarakat.
Pada awalnya perseroan menargetkan dana hasil IPO sebesar Rp1 triliun sampai Rp1,5 triliun. Akan tetapi, saat ini perseroan berharap memperoleh dana segar dari pasar modal sekitar Rp810 miliar hingga Rp990 miliar.
Perseroan akan melepas saham ke publik sebanyak-banyak 1,5 miliar atau 10% dari modal di tempatkan dan disetor. Harga perdana saham Sido Muncul di kisaran Rp540 sampai Rp660 per saham, dengan mencerminkan price earning ratio (PER) sekitar 18 kali hingga 22 kali.
"Sido Muncul tidak butuh uang, keuangannya sudah bagus. Jadi hanya melepas 10 persen saham ke publik," kata Direktur Utama PT Kresna Graha Sekurindo Tbk, Michael Steven seusai Public Expose Sido Muncul di Jakarta, Senin (18/11/2013).
Menurut Michael, tujuan perseroan masuk ke dunia pasar modal dengan cara melakukan IPO hanya untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk Sido Muncul. "Selain itu, Sido Muncul kan merupakan perusahaan keluarga sehingga diharapkan dengan IPO dapat lebih transparan dalam pengelolaan keuangan," ujar Michael.
Tercatat, total penjualan hingga Juli 2013 Sido Muncul sebesar Rp1,39 triliun atau naik tipis 3,6% dari pencapaian Juli 2013 yang sebesar Rp1,34 triliun. Sementara laba komprehensif hingga Juli 2013 mencapai Rp207,9 miliar, naik 8,9% dari posisi yang sama tahun 2012 yang sebesar Rp190,9 miliar.