korea by dewanti

Wednesday, November 27, 2013

Kapitalisasi Pasar Saham BBRI Tembus Rp188,7 T

INILAH.COM,Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat nila ikapitalisasi BRI menembus Rp188,7 triliun dalam 10 tahun semenjak pertama kali melantai di bursa tahun 2003 lalu.
"Dengan nilai tersebut, kapitalisasi pasar saham BBRI mengalami peningkatan sebanyak 18 kali dari Rp10,3 triliun sejak IPO (initial public offering) tahun 2003," ujar Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, Muhamad Ali di Jakarta, Rabu (27/11/2013).
Peningkatan ini menurut Ali, mendapat dukungan dari laba bersih BBRI pada 2003 yang hanya sebesar Rp2,58 triliun naik signifikan, menjadi Rp15,2 triliun per September 2013.
"Sejak 2005, BRI itu sudah tradisi membukukan laba terbesar, bahkan rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) laba bersih BRI setelah IPO tercatat 24,5%," tutur Ali.
Saat ini kapitalisasi pasar BRI menempati urutan terbesar ke-6 setelah HM Sampoerna, Unilever, Telkom, BCA dan Astra dari 481 perusahaan terdaftar di BEI. Kapitalisasi pasar yang besar tersebut diikuti dengan volume transaksi harian yang mencapai 36 juta lembar saham per hari di sepanjang tahun 2013 ini.Nilai kapitalisasi pasar barasal dari harga saham saat ini dikalikan jumlah saham yang beredar di masyarakat.
Kinerja perseroan mengandalkan kredit sektor mikro. Penyaluran kredit mikro BRI pada 2003 hanya sebesar Rp14,5 triliun. Sementara per September 2013 kredit mikro BRI mencapai Rp128,1 triliun. Tercatat rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) penyaluran kredit mikro BRI pada 10 tahun terakhir yakni 25%.
"Ini merupakan dampak dari konsistensi BRI untuk tetap fokus dalam pengembangan bisnis mikro yang ditunjang oleh infrastruktur, sumberdaya manusia dan monitoring system yang kuat," tutup Ali.

IHSG Mampu Naik 0,3% ke 4.251,48 Tertolong Asing

INILAH.COM, Jakarta - IHSG akhirnya menguat 0,3% atau 16,2 poin menjadi 4.251,48 pada perdagangan Rabu (27/11/2013). Investor asing mengalami net buy Rp145 miliar.
Sebanyak 117 saham menguat, 115 saham melemah dan 106 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 5,1 miliar saham senilai Rp4,8 triliun.
Indeks akhirnya berhasil berbalik arah setelah menyentuh 4.220 di zona negatif. Akhinya indeks berada di atas level 4.250 meski tipis. Investor asing yang mengalami net buy membantu membawa IHSG ke zona positif.
Indeks LQ45 naik 0,5%, indeks JII naik 1,1 persen, indeks ISSI menguat 0,7%. Indeks SMinfra18 mengumpulkan 1,9% dan IDX30 naik 0,6%.
Penguatan tertinggi terjadi pada saham sektor infrastruktur 2,07 persen disusul saham sektor aneka industri 1,2 persen. Pelemahan terdalam terjadi pada saham sektor pertambangan 1,01 persen diikuti saham sektor keuangan 0,5%.
Penguatan terjadi pada saham UNVR naik Rp700 ke Rp26.700, GGRM naik Rp400 ke Rp36.400, SMGR menguat Rp300 ke Rp12.900, PGAS mendapatkan Rp275 ke Rp4.725, AALI naik Rp250 ke Rp21.900, AKRA naik Rp125 ke Rp4.675.
Untuk saham yang melemah seperti saham MYOR turun Rp400 ke Rp27.800, EXCL melemah Rp275 ke Rp4.825, ICBP turun Rp250 ke Rp10.000, LPPF turun Rp250 ke Rp11.350, PTBA melemah Rp250 ke Rp11.900.

Indeks China Gagal Bawa Bursa Asia Positif

INILAH.COM, Singapura - Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Rabu (27/11/2013) dengan harapan reformasi ekonomi di China.
Indeks Shanghai naik 0,7% dan indeks Hang Seng naik 0,5%. Penguatan seiring pernyataan Gubernur Bank Rakyat China, Zhou Xiaochuan tentang reformasi sektor keuangan termasuk menurunkan kontrol suku bunga deposito dan mata yang yang lebih fleksibel. Kebijakan ini memungkinkan lembaga asing lebih agresif berinvesasi di pasar saham dan pasar obligasi di negeri Tirai Bambu tersebut.
"Pernyataan ini menunjukkan China bergerak ke perekonomian yang berorientasi pasar," kata Zeng Xiangzhao, analis di Everbright Securities, seperti mengutip marketwatch.com.
Dolar AS bergerak stabil terhadap yen setelah melemah 0,4% menjadi 101,52 yen per dolar AS. Indeks Nikkei melemah 0,4% dengan pelemahan yen terhadap dolar AS.
"Partisipasi investor asing mengering menjelang liburan AS pada Kamis besok sehingga memicu dna asing keluar dari pasar," kata Hideyuki Ishiguro dari Okasan Securities.
Pasar regional mayoritas stabil menjelang libur Thanksgiving AS Kamis (28/11/2013) besok. Indeks berada di area positif seiring penguatan Wall Street pada perdagangan Selasa (26/11/2013).
Indeks ASX di Australia turun 0,25t seiring penurunan saham penambang emas seperti Newrest Mining 4,07%. Pelemahan karena turunnya harga emas ke level terendah dalam satu dekade terakhir hingga 4,3 persen. Untuk indeks Kospi di Seoul juga tertekan 0,2% dan indeks STI di Singapura kehilangan 0,2%.