korea by dewanti

Thursday, November 28, 2013

Rupiah Jeblok, IHSG pun Keok

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 17 poin setelah banyaknya aksi lepas saham. Nilai tukar dolar AS yang semakin tinggi memunculkan kekhawatiran akan naiknya utang dan biaya operasi emiten.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 11.995 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.880 per dolar AS.
Dolar sempat naik hingga posisi tertingginya hari ini di level Rp 12.015 per dolar AS. Pergerakan dolar AS yang semakin tak terbendung membuat pelaku pasar menahan diri bertransaksi di pasar modal.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 18,399 poin (0,43%) ke level 4.269,888 setelah dapat sentimen positif dari bursa global dan regional. Aksi beli investor menyasar saham-saham yang sudah murah.
Aksi beli langsung ramai terjadi sejak pembukaan perdagangan. Namun akhirnya investor memilih menunggu sampai situasi ekonomi kembali kondusif.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menipis 0,762 poin (0,02%) ke level 4.250,727 menyusul aksi tunggu yang dilakukan investor. Pelaku pasar belum berani berburu saham melihat nilai tukar rupiah yang jatuh cukup dalam.
Indeks hanya sempat naik hingga posisi 4.274,520 setelah itu langsung melambat dan terus meluncur di zona merah. Indek mendarat di level terendahnya di 4.202,919.
Mengakhiri perdagangan, Kamis (28/11/2013), IHSG ditutup berkurang 17,564 poin (0,41%) ke level 4.233,925. Sementara Indeks LQ45 ditutup turun 2,118 poin (0,30%) ke level 70,379.
Giliran investor lokal yang melepas saham demi mengamankan portofolio investasinya. Investor asing malah membukukan transaksi beli bersih (foreign net buy) senilai Rp 61,65 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi hanya sebanyak 94.430 kali pada volume 3,629 miliar lembar saham senilai Rp 3,526 triliun. Sebanyak 62 saham naik, sisanya 178 saham turun, dan 86 saham stagnan.
Rata-rata bursa di Asia menutup perdagangan hari ini dengan positif. Hanya bursa saham Hong Kong yang melemah tipis.
 
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik 18,30 poin (0,83%) ke level 2.219,37.
  • Indeks Hang Seng menipis 17,26 poin (0,07%) ke level 23.789,09.
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 277,49 poin (1,80%) ke level 15.727,12.
  • Indeks Straits Times menguat 14,73 poin (0,46%) ke level 3.186,79.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Matahari (LPPF) naik Rp 300 ke Rp 11.650, Astra Agro (AALI) naik Rp 250 ke Rp 22.150, XL Axiata (EXCL) naik Rp 150 ke Rp 4.975, dan Tempo Scan (TSPC) naik Rp 100 ke Rp 3.300.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 1.050 ke Rp 18.350, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 850 ke Rp 28.150, Ultra Jaya (ULTJ) turun Rp 225 ke Rp 4.325, dan Bank Mega (MEGA) turun Rp 210 ke Rp 1.890. (detik.com)

Indofood Naikkan Harga Produk Mie Instan

INILAH.COM, Jakarta - PT CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menaikkan harga produknya, menyusul pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Seketaris Perusahaan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Werianty Setiawan mengatakan, pelemahan rupiah membuat harga bahan baku menjadi naik sehingga perseroan melakukan penyesuaian harga pada produk ICBP.
"Kenaikan untuk semua produk lima sampai 10 persen, seperti mie dinaikan harganya," kata Werianty saat acara Investor Summit and Capital Market Expo 2013 di Jakarta, Rabu (27/11/2013).
Selain menaikan harga pada produk, kata Werianty, perseroan juga melakukan penghematan dalam berproduksi. "Tidak mengecilkan produk kami seperti mie dikecilkan, tetapi kita mengurangi warnanya saja," kata dia.
Lebih lanjut dia mengatakan, kenaikan bisa terjadi lagi pada tahun depan jika bahan baku mengalami kenaikan dan rupiah masih tertekan terhadap dolar. "Mau tidak mau kita lakukan penyesuaian," ucap Werianty.
UNtuk nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini mencapai Rp11.700 per dolar AS. Bahkan pernah mencapai Rp12.000 per dolar AS beberapa waktu lalu.

Bursa Asia Nikmati Pelemahan Yen

INILAH.COM, Singapura - Bursa saham Asia masih menikmati pelemahan yen terhadap dolar sehingga dapat menguat pada perdagangan Kamis (28/11/2013).
Indeks Nikkei naik 1,8 persen menjadi 15.627,52, indeks ASX di sydney naik 0,03%, indeks Shanghai naik 0,8%, indeks Kospi di Seoul naik 0,8% dan indeks Hang Seng melemah 0,1%. Demikian mengutip cnbc.com.
Investor masih optimistis dengan Wall Street yang berakhir positif pada perdagangan Rabu (27/11/2013). Data penjualan ritel telah mengalahkan estimasi awal yang naik 2,3 persen di bulan Oktober. Hal ini memicu reli saham ritel Aeon 1 persen dan aham Takashimaya naik 1 persen.
Sentimen lain berasal dari data arus modal pekan terakhir yang menunjukkan investor Jepang telah membeli obligasi asing dalam tujuh pekan terturut-turut. Hal ini menjadi keberhasilan Bank of Japan dalam mendorong perusahaan untuk membeli aset asing.
Sementaa indeks di China mencapai level positif dengna keuntungan manufaktur bulan oktober menjadi 15,1 persen. Data ini memicu saham sektor komoditas untuk naik sehingga mengalami reli 8,4 persen. Saham Jiangxi Cooper naik 4 persen.
Saham batu bara China meningkat setelah Beijing memperketat izin penambang batu bara. Saham Yanzhou coal naik 3 persen dan saham XIzhan Coal naik 2 persen lebih.
Bursa Australia menguat dengan data moal belanja yang kuat Kenaikan kuartalan mencapai 3,6 persen yang membantu dolar Australia melemah ke level terendah selama dua bulan.
Indeks di Seoul, Kospi berakhir di area positif 0,8%. Investor merespon dana ekspor yang telah melampaui angka impor.