korea by dewanti

Monday, December 2, 2013

Hebat! Indonesia Kalahkan China Jadi Negara Favorit Investasi

Tokyo -China turun peringkat sebagai negara teratas favorit investasi perusahaan-perusahaan Jepang. Turunnya peringkat China ini menjadi yang pertama, setelah 20 tahun lebih menjadi favorit. Penyebabnya, biaya buruh mahal dan meningkatnya tensi politik kedua negara.
Posisi China turun ke nomor 4, digeser oleh Indonesia yang naik peringkat dari nomor 3 tahun lalu menjadi nomor 1. Karena Indonesia cocok untuk investasi otomotif dan elektronika bagi perusahaan Jepang.
Survei terbaru ini diterbitkan oleh Japan Bank for International Cooperation (JBIC), seperti dikutip dari AFP, Senin (2/12/2013).
Peringkat China turun, setelah 21 tahun menjadi negara terfavorit untuk investasi perusahaan-perusahaan asing. JBIC melakukan survei terhadap perusahaan-perusahaan Jepang yang beroperasi di luar negeri, dan meminta para perusahaan tersebut memilih 5 negara yang menjanjikan untuk bisnis dalam 3 tahun ke depan.
Ada 500 perusahaan yang disurvei, dan 44,9% mengatakan Indonesia merupakan tempat terbaik untuk berbisnis, sementara popularitas China jatuh ke level terendah, yaitu dari 62,1% menjadi 37,5%.
Banyak perusahaan mengatakan, biaya buruh di China sudah tinggi, dan sulitnya untuk mencari tenaga kerja baru. Ada juga yang mengatakan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi di negeri Tirai Bambu tersebut. Lalu tinggi tensi politik China dengan Jepang soal perebutan pulau, juga menjadi perhatian.
Sementara India, tetap berada di posisi kedua negara favorit investasi perusahaan Jepang. Thailand menempati posisi ketiga, naik dari posisi 4 tahun lalu. (detik.com)

Data China Gagal Bawa Bursa Asia Naik Tajam

INILAH.COM, Singapura - Bursa sahan Hong Kong memperpanjang penguaan pada perdagangan Senin (2/12/2013), Namun indeks Shanghai gagal merespon data positif China tentang indeks PMI bulan November.
Indeks Hang Seng naik 0,7% setelah data survei HSBC tentang indeks pembelian manajer bulan November menjadi 50,8 dari estimasi 50,4. Pada pekan lalu indeks Hang Seng menguat ke rekor tertinggi sejak April 2011. Demikian mengutip marketwatch.com,
Investor juge merespon aturan baru tentang penawaan umum perdana di China. Untuk indeks Shanghai melemah 0,1 persen. The China Securities Regulatory Commission menegaskan perusahaan dapat mendaftarkan pada bulan Januari 2004.
Para analis mengatakan reaksi investor cenderung menjadi negatif tetapi memperingatkan terhadap menghadap implikasi jangka panjang.
Sementara bursa Jepang cenderung melemah, indeks Nikkei tertekan 0,5%. Indeks mengalami aksi ambil untung setelah pada pekan lalu mencapai rekor tertinggi sejak Desember 2007 silam. Rekor tersebut dengan melemahnya yen terhadap dolar AS sehingga menaikkan saham eksportir. Sektor otomotif naik 1,5%.
Untuk indeks Kospi di Seoul turun 0,2% dan indeks ASX di Sydney turun 0,9%.

BI Usulkan Penerapan Pajak Progresif Kendaraan

INILAH.COM, Jakarta - Bank Indonesia telah mendesak untuk menerapkan pajak progresif kendaraan bermotor ecara lebih luas.
Bank sentral tersebut gerah dengan kondisi laju impor yang masih tinggi sehingga menjadi fakor utama yang menjadikan defisit negara pembayaran kian lebar. Dengan menerapkan pajak progresiof maka akan menekan impor migas yang mayoritas untuk memenuhi kebutuhan BBM kendaraan dalam negeri.
Gubernur BI, Agus Martowardojo, nilai impor bahan bakar minyak dan kendaraan bermotor mencapai 20 persen. Dengan rencana ini BI mengharapkan dapat mengekang laju jumlah kendaraan bermotor sehingga konsumsi BBM mengalami penurunan.
BI juga menginginkan adanya kewajiban bagi kendaraan bermotor menggunakan enegi alternatif atau energi baru terbarukan. Bila kebijakan ini mendapat respon pemerintah tentu akan mempengaruhi kinerja emiten sektor otomotif.