korea by dewanti

Monday, December 2, 2013

BI Usulkan Penerapan Pajak Progresif Kendaraan

INILAH.COM, Jakarta - Bank Indonesia telah mendesak untuk menerapkan pajak progresif kendaraan bermotor ecara lebih luas.
Bank sentral tersebut gerah dengan kondisi laju impor yang masih tinggi sehingga menjadi fakor utama yang menjadikan defisit negara pembayaran kian lebar. Dengan menerapkan pajak progresiof maka akan menekan impor migas yang mayoritas untuk memenuhi kebutuhan BBM kendaraan dalam negeri.
Gubernur BI, Agus Martowardojo, nilai impor bahan bakar minyak dan kendaraan bermotor mencapai 20 persen. Dengan rencana ini BI mengharapkan dapat mengekang laju jumlah kendaraan bermotor sehingga konsumsi BBM mengalami penurunan.
BI juga menginginkan adanya kewajiban bagi kendaraan bermotor menggunakan enegi alternatif atau energi baru terbarukan. Bila kebijakan ini mendapat respon pemerintah tentu akan mempengaruhi kinerja emiten sektor otomotif.