korea by dewanti

Tuesday, December 3, 2013

Cadangan Minyak Dunia Habis 53 Tahun Lagi

Jakarta -Terus meningkatnya kebutuhan minyak bumi salah satunya untuk bahan bakar kendaraan, membuat stok minyak makin berkurang. Saat ini cadangan minyak di dunia tersisa hanya sampai 53 tahun lagi.
Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Hadi Purnomo mengatakan, cadangan energi fosil dunia saat ini makin menipis, salah satunya minyak bumi yang saat ini hanya cukup sampai 53 tahun lagi.
"Minyak bumi akan habis dalam waktu 53 tahun lagi, itu merupakan seluruh cadangan minyak yang ada di dunia saat ini," ungkap Hadi dalam Seminar Konservasi Energi Nasional, di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (3/12/2013).
Jumlah tersebut dihitung berdasarkan total seluruh cadangan minyak di dunia pada 2012, yaitu di bawah 200.000 juta ton.
Hadi menambahkan, untuk cadangan batubara di dunia saat ini hanya cukup sampai 109 tahun lagi, dan gas bumi hanya cukup sampai 55 tahun lagi.
"Dengan cadangan yang ada dan tingkat produksi seperti pada 2012, maka batubara dunia akan habis dalam waktu 109 tahun lagi, dan gas bumi akan habis dalam waktu 55 tahun lagi. Namun kalau kita mengembangkan dan memanfaatkan energi matahari untuk memasok kebutuhan energi, diperkirakan renewable energy dari matahari akan bersinar sampai dengan 5 miliar tahun lagi," ungkap Hadi.
Hadi menambahkan, apalagi kebutuhan energi di dunia terus meningkat tajam tiap tahunnya dibarengi dengan tumbuhnya ekonomi dunia.
"Pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksikan sebesar 3,25% pada 2013 dan 4% pada 2014, didimonasi oleh China dan India yaitu sekitar 8,2% dan 6,2%. Hal itu tentunya diikuti dengan kebutuhan energi dunia yang diperkirakan meningkat sebesar 40% dari tahun 2009 ke tahun 2035 atau tumbuh sekitar 1,5% per tahun," tutup Hadi. (detik.com)

Bursa Eropa Turun Tunggu Data AS

INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa bergerak lebih rendah pada awal perdagangan Selasa (3/12/2013). Investor berhati-hati mejelang data nonfarm payrolls pada pekan terakhir.
Data tersebut akan mempengaruhi spekulasi tapering off The Fed. Data sebelumnya tentang sektor manufaktur AS mempengaruhi kelangsungan stimulus moneter bank sentral AS senilai US$85 miliar per bulan. Demikian mengutip marketwatch.com.
Indeks Stoxx Europera 600 melemah 0,1% ke 323,49 melanjutkan penurunan 0,3% di perdagangan kemarin. Sektor perbankan menjadi motor pelemahan. Saham BNP Parias menyerah 0,8% setelah Nomura memangkas rating menjadi netral dari posisi beli. Saham HSBC melemah 0,5% yang juga mengalami penurunan rekomendasi menjadi netral dari beli.
Indeks FTSE di London melemah 0,3% menjadi 6.573,23. Indeks CAC di Paris turun 0,7% menjadi 4.258,08. Demikian juga dengan indeks DAX di Jerman lebih rendah 0,1% ke 9.394,26.

Penuh Aksi Ambil Untung, IHSG Terpangkas 33 Poin

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 33 poin gara-gara aksi ambil untung. Posisi IHSG yang kemarin naik cukup tinggi langsung dijadikan momentum jual oleh investor.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 11.880 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.745 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 8,739 poin (0,20%) ke level 4.313,238 terkena sentimen negatif dari pasar global. Indeks tidak melemah sendirian, ditemani nilai tukar rupiah yang ikut jatuh.
Aksi beli makin siang makin marak terjadi. Indeks pun terus meluncur tajam tanpa menyentuh zona hijau sama sekali. Posisi terendah yang sempat disinggahi indeks kali ini ada di level 4.269,345.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terkoreksi 32,165 poin (0,74%) ke level 4.289,812. Aksi jual muncul lagi setelah kemarin banyak saham yang menguat.
Tak ada lagi indeks sektoral yang masih mampu bertahan positif. Aksi jual menghajar cukup keras, membuat seluruh indeks sektoral kena koreksi. Saham-saham konsumer memimpin pelemahan.
Menutup perdagangan, Selasa (3/12/2013), IHSG terkoreksi 33,213 poin (0,77%) ke level 4.288,764. Sementara Indeks LQ45 berkurang 5,665 poin (0,79%) ke level 714,084.
Aksi jual kali ini banyak dilakukan investor domestik, tapi asing juga tak mau ketinggalan. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 54,49 miliar di pasar reguler dan negosiasi.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi hanya sebanyak 117.705 kali pada volume 4,204 miliar lembar saham senilai Rp 3,768 triliun. Sebanyak 84 saham naik, sisanya 157 saham turun, dan 94 saham stagnan.
Rata-rata bursa regional menutup perdagangan hari ini di zona hijau. Rentang pergerakannya masih sempit karena tidak ada katalis yang bisa jadi penggerak bursa Asia.
 
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik 15,30 poin (0,69%) ke level 2.222,67. 
  • Indeks Hang Seng melemah 128,08 poin (0,53%) ke level 23.910,47. 
  • Indeks Nikkei 225 menguat 94,59 poin (0,60%) ke level 15.749,66. 
  • Indeks Straits Times bertambah 3,64 poin (0,11%) ke level 3.192,40. 
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Merck (MERK) naik Rp 4.000 ke Rp 182.000, Taisho (SQBI) naik Rp 1.000 ke Rp 304.000, Multi Prima (LPIN) naik Rp 775 ke Rp 4.875, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 550 ke Rp 39.350.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 800 ke Rp 26.250, Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 575 ke Rp 3.925, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 300 ke Rp 11.700, dan Ultrajaya (ULTJ) turun Rp 175 ke Rp 4.275. (detik.com)