korea by dewanti

Friday, December 6, 2013

APLN Rogoh Kocek Rp1 Triliun untuk Mall Tepi Laut

INILAH.COM, Jakarta - Kawasan perbelanjaan baru hadir di Jakarta Utara. Baywalk Mall di Green bay Pluit hadir sebagai ikon belanja terbaru dari PT Agung Podooro Land Tbk (APLN).
Pembangunan tersebut melalui anak usahanya PT KencanaUnggul Sukses. Pusat berbelanjaan yang diresmikan pengoperasiannya Sabtu malam (30/11/2013) itu memiliki konsep kembali ke alam dengan tema matahari, pasir dan laut.
Chief Executive Officer Baywalk Mall Ellen Hidayat mengatakan, investasi pembagunan Baywalk mencapai Rp1 triliun lebih dengan waktu Break Event Point selama tiga tahun. Untuk Break Event Point (BEP) mall terbaru diperhitungkan Ellen akan memakanwaktu sekitartiga tahunan.
Baywalk Mall dengan luas mencapai 103.500 meter persegi dengan net Leasable area 54.500 meter persegi berlokasi di tepi laut Teluk Jakarta. Terdiri dari enam lantai,saat diresmikan telah memperoleh occupancy sebanyak87%, sisanya diharapkan hingga akhir tahun berhasil mencapai 100%.
Pusat perbelanjaan ini mempunyai konsep kembali ke alam dan menjaga lingkungan yang berkualitas. Dengan warna-warna alam yang menyatu dengan lingkungan, menjadikan mall ini sebagai pusat belanja dengan intertioryang nyaman dan menarik.
Selain berkonsep kembali ke alam, juga dilengkapi LED berbentuk bulat dengan diameter 6 meter yang akan menjadi daya tarik tersendiri, di manaberbagai aktivitas atau program mall dapat ditayangkan.
Dari sisi pemandangan atau view, bisa jadi mall ini satu-satunya mall yang ada di Jakarta dengan konsep pusat perbelanjaan masa depan, di mana, berbelanja di mall menghadap ke laut. Pengunjung pun akan merasakan suasana yang berbeda.
Selain meghadap ke laut, kata Ellen Hidayat, Baywalk Mall dikelilingi oleh ruang terbuka, yaitu The Gardenseluaskurang lebih tiga hektare dan The Waterfront, areal yang sangat pas untuk keperluan rekreasidan hangout bersama keluarga maupun teman sambil menikmati pemandangan laut.
"Dengan memilik The Garden dan The Waterfront, membuat Baywalk berbeda dengan pusat perbelanjaanlainnyayang ada di Jakarta. Baywalk menjadi mall pertama yang memiliki ruang-ruang terbuka cukup luas serta dengan fesyen yang menyatu dengan alam, kembali ke alam dan menjaga kualitas lingkungan yang sehat menjadi prioritas," kata Ellen.

Masih di Atas Rp11.900/US$, Penguatan Rupiah Belum Menggembirakan

Bisnis.com, JAKARTA—  PT Soegee Futures memperkirakan pergerakan rupiah sepanjang hari ini, Jumat (6/12/2013) akan berada di bawah Rp12.000 per dolar Amerika Serikat.
Analis PT Soegee Futures Nanang Wahyudin mengatakan meski telah mengalami penguatan,  potensi pelemahan rupiah atas dolar AS masih terbuka.
"Rupiah hari ini diperkirakan bergerak di kisaran Rp11.930-Rp11.990 per dolar AS," kata Nanang saat dihubungi Jumat (6/12/2013).
Sentimen yang mempengaruhi pergerakan rupiah terutama dengan adanya agenda pertemuan bank sentral AS The Federal Reserve yang akan memutuskan jadi tidaknya pengurangan (tapering off) stimulus pada 17-18 Desember 2013.
Sementara itu, ujarnya, pada malam ini akan dirilis data tingkat pengangguran di AS yang diprediksi akan membaik dari 7,3% menjadi 7,2%.
Nanang mengatakan level kritis rupiah atas dolar AS di Rp12.000. Jika menyentuh level tersebut, rupiah selanjutnya bisa menuju Rp12.100 per dolar AS.
"(Namun penguatan) baru menggembirakan jika pergerakan rupiah di bawah Rp11.900 per dolar AS untuk jangka  pendek, sehingga bisa terjadi penguatan ke paling dekat di Rp11.700" kata Nanang.
Jika menyentuh level tersebut, rupiah bisa menuju Rp11.875 per dolar AS, selanjutnya Rp11.836, dan Rp11.790.
Seperti diketahui kurs tengah Bank Indonesia rupiah per dolar AS kemarin berada di Rp12.018 per dolar AS, dan pada hari ini (6/12/2013) menjadi Rp11.960 per dolar AS.

70% Produksi Freeport Tidak Bisa Lagi Diekspor Luar Negeri

Jakarta -Pemerintah dan DPR sepakat, mulai 12 Januari 2014 tidak boleh ada lagi ekspor mineral atau tambang mentah yang diekspor. Salah satu akibatnya, 70% produksi Freeport Indonesia tidak bisa dijual.
Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo mengatakan, DPR meminta pemerintah untuk konsisten melaksanakan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Mineral dan Batubara, yang salah satu amanatnya 12 Januari 2014 tidak boleh ada mineral mentah yang diekspor lagi.
"Intinya bagi perusahaan kontrak karya, PKP2B dan lainnya tidak boleh lagi mengekspor mineral mentah mulai 12 Januari 2014," kata Susilo ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (6/12/2013).
Susilo mengungkapkan, akibat aturan ini, 70% produksi Freeport di Papua, dan 75% produksi Newmont Nusa Tenggara di Sumbawa Barat hanya akan ditimbun saja, karena tidak boleh diekspor.
"Karena Freeport sampai saat ini hanya mengelola bijih mineralnya di Pabrik Smelter di Gresik hanya 30%, sedangkan Newmont baru 25%, jadi sisanya ya mereka timbun saja," ungkapnya.
Susilo mengungkapkan, pemerintah sudah melakukan berbagai cara, mencari celah agar perusahaan-perusahaan yang sudah ada niat membangun smelter diperbolehkan mengekspor mineral mentah, namun DPR tetap ingin Pemerintah patuh pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009.
"Tidak bisa, usulan tidak disetujui oleh Komisi VII DPR, kita bicara dengan Kadin (Kamar Dagang dan Industri), kita akan bicarakan bagaimana mengatasi dampak-dampaknya terutama dari bagi para pekerja," kata Susilo. (detik.com)