korea by dewanti

Monday, December 23, 2013

Perdagangan Sepi, IHSG Menipis 5 Poin

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menipis 5 poin terkena aksi ambil untung. Perdagangan berjalan sepi, banyak investor yang sudah meliburkan diri menjelang libur Natal.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 12.220 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat tipis 2,835 poin (0,07%) ke level 4.198,391 didorong sentimen positif dari bursa global akhir pekan lalu. Investor tidak terlalu bersemangat beli saham terkena eurofia libur panjang akhir tahun.
Tak banyak investor yang lakukan aksi beli sehingga indeks hanya mampu naik tipis hingga ke level 4.205,185. Setelah itu indeks langsung meluncur ke zona merah gara-gara aksi ambil untung.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terpangkas 35,866 poin (0,85%) ke level 4.159,690 terkena aksi ambil untung setelah sempat menguat sebentar. Indeks satu-satunya yang melemah di antara bursa regional.
Setelah menyentuh titik terendahnya hari ini di 4.154,117 indeks mulai mencoba kembali ke zona hijau dengan aksi beli selektif investor. Namun sayang, aksi beli hanya berhasil mengurangi koreksi, IHSG tetap terjebak di teritori negatif.
Menutup perdagangan awal pekan, Senin (23/12/2013), IHSG menipis 5,948 poin (0,14%) ke level 4.189,608. Sementara Indeks LQ45 berkurang 1,155 poin (0,17%) ke level 697,065.
Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi ambil untung. Mayoritas indeks sektoral di lantai bursa pun melemah, hanya empat yang bisa menguat, yaitu aneka industri, finansial, perdagangan, dan manufaktur.
Aksi ambil untung banyak dilakukan investor domestik. Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 52,55 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi hanya sebanyak 104.548 kali pada volume 4,889 miliar lembar saham senilai Rp 3,597 triliun. Sebanyak 77 saham naik, sisanya 176 saham turun, dan 84 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia berhasil mempertahankan momentum sejak pagi tadi sehingga berhasil kompak menguat hingga penutupan perdagangan. Bursa Efek Indonesia (BEI) masih ketinggalan di zona merah.
 
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional hingga sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik 4,91 poin (0,24%) ke level 2.089,71. 
  • Indeks Hang Seng menguat 4,91 poin (0,24%) ke level 2.089,71.
  • Indeks Straits Times bertambah 18,88 poin (0,61%) ke level 3.113,36. 
  • Indeks KOSPI tumbuh 13,54 poin (0,68%) ke level 1.996,89. 
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 500 ke Rp 61.050, Bank BCA (BBCA) naik Rp 250 ke Rp 9.500, Surya Citra (SCMA) naik Rp 225 ke Rp 2.700, dan BFI Finance (BFIN) naik Rp 175 ke Rp 2.275.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.200 ke Rp 28.600, Unilever (UNVR) turun Rp 450 ke Rp 25.550, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 41.550, dan Mayora (MYOR) turun Rp 300 ke Rp 25.600. (detik.com)

OJK Kini Bentengi Investasi di Pasar Modal

INILAH.COM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan izin usaha selaku penyelenggaraan Dana Perlindungan Pemodal, guna memberikan keamanan berinvestasi di pasar modal.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida mengatakan, peraturan ini tertuang dalam keputusan dewan komisioner OJK Nomor Kep-43/D.04/2013 tentang Pemberian Izin Usaha Penyelenggara Dana Perlindungan Pemodal kepada PT Penyelenggara Program Perlindungan Investor Efek Indonesia (PT P3IEI).
"Sehingga PT P3IEI dapat melaksanakan kewenangan untuk menjadi Penyelenggara DPP di Indonesia yang terpercaya, untuk meningkatkan kemanan berinvestasi di pasar modal," kata Nurhaida saat peluncuran DPP di pasar modal Indonesia, Jakarta, Senin (23/12/2013).
Nurhaida berharap, keberadaan PT P3IEI dapat menjadi salah satu lembaga pendukung utama dalam infrastruktur pasar modal Indonesia, sehingga dapat memberikan jaminan keamanan atas aset yang dimiliki investor atau pemodal.
"Hal ini akan secara langsung dapat meningkatkan jumlah investor atau pemodal dan capital inflow untuk meningkatkan perekonomian nasional," ujar Nurhaida.

Erajaya Swasembada Tambah Utang Rp2 T

INILAH.COM, Jakarta - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan anak usahanya mendapatkan tambahan kredit dari PT Bak Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp2 triliun.
Fasilitas kredit dari BCA ini diberikan secara joint borrowing, dengan masing-masing dapat melakukan penarikan atas pinjaman tersebut. Demikian mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/12/2013).
Entitas anak usaha distributor dan peritel untuk produk layanan komunikasi selular ini yakni PT Erafone Artha Retailindo (Erafone), PT Sinar Eka Selaras (SES), PT Teletama Artha Mandiri (TAM), PT Data Citra Mandiri (DCM), PT Nusa Gemilang Abadi (NGA), PT Multi Media Selular (MMS), PT Data Media Komunikasi (DMT), dan PT Prakarsa Prima Sentosa (PPS).