korea by dewanti

Tuesday, January 7, 2014

BEI: Transaksi Harian Saham Tahun Ini Bisa Tembus Rp 7 Triliun

Jakarta -Bursa Efek Indonesia (BEI) yakin pergerakan pasar modal di tahun ini bakal naik dibanding tahun sebelumnya. Bahkan, transaksi perdagangan saham bisa menembus angka Rp 7 triliun per hari.
Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan, pihaknya optimis jika pergerakan pasar saham Indonesia bakal tetap kinclong di tahun ini meskipun kondisi perekonomian domestik dan global masih terus berfluktuasi. Berkaca di tahun-tahun krisis sebelumnya, Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) tetap bisa melejit meskipun diikuti kondisi perekonomian yang tidk kondusif.
"Tahun 2014 mungkin akan sama seperti 2009 dan 2004, kondisi pasar modal kita meningkat. Dalam arti IHSG naik, 2004 naik 40%, 2009 hampir 87%. Kalau itu bisa dijadikan gambaran, 2014 akan naik. Tahun ini rata-rata transaksi perdagangan harian Rp 7 triliun, ini gambaran optimistis BEI," ujar Ito saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (7/1/2014).
BEI boleh saja optimistis atas transaksi harian tersebut. Namun pada kenyataannya dalam tiga perdagangan terakhir sejak awal tahun ini transaksi harian di bursa hanya berada di kisaran Rp 3 triliun per hari.
Ito menjelaskan, kondisi pasar modal Indonesia saat ini sama seperti gambaran di tahun krisis 2008, di mana pada saat itu likuiditas perdagangan mengalami penurunan drastis. Namun, di semester kedua di tahun 2008 bisa mencapai titik tertinggi.
Hal ini juga akan berlaku di tahun lalu saat pertengahan 2013 IHSG sempat mengalami rekor tertinggi namun merosot di semester berikutnya.
"Kalau kita lihat awal 2009 dibandingkan awal tahun 2008 likuiditas perdagangan kita juga turun drastis. 2008 krisis global. Tapi kan di semester 1-2008 bisa capai titik tertinggi Januari tanggal 9, di awal tahun ini juga sama," jelas dia.
Namun, sikap optimisme bursa juga perlu diperhatikan adanya isu-isu ekonomi di dalam negeri terkait defisit neraca perdagangan, defisit APBN, dan lain-lain. Hal ini mau tidak mau akan berpengaruh terhadap pergerakan pasar modal Indonesia.
"Langkah kami tidak ada intervensi pasar, bukan tugas BEI. Antisipasinya program sosialisasi bagaimana transaksi yang baik," tandasnya. (detik.com)

BEI: Perubahan 1 Lot Jadi 100 Lembar Saham Masih Butuh Adaptasi

Jakarta -Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakui hingga kini masih terus mensosialisasikan berlakunya penurunan lot saham menjadi hanya 100 lembar dari sebelumnya yang mencapai 500 lembar saham per lot kepada investor.
Direktur Utama BEI Ito Warsito menilai, perubahan tersebut saat ini masih butuh adaptasi sehingga wajar adanya jika pemberlakuan aturan ini belum banyak memberikan dampak terhadap transaksi di bursa saham.
"Sosialisasi terus menerus tapi pada akhirnya kembali lagi apakah investornya perhatikan atau tidak. Isu mengenai penyederhanaan fraksi dan lot size sudah dilakukan sejak awal 2013 sebenarnya. Evaluasi dari segi teknis tidak ada masalah, kalau pun ada adaptasi itu alamiah bukan kendala. Adaptasi memang butuh waktu, setelah biasakan diri akan berjalan biasa," ujar Ito saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (7/1/2014).
Ito mengatakan, pemberlakuan penurunan lot saham ini justru banyak ditunggu investor di berbagai wilayah. Menurut Ito, pemberlakuan perdana perubahan lo saham di hari Senin kemarin berjalan lancar.
"Kemarin implementasi ukuran lot dan penyederhanaan fraksi harga berjalan mulus. Tidak ada hambatan apa pun, 114 Anggota bursa (AB) sudah terkoneksi dengan baik. Roadshow di daerah banyak investor yang senang penurunan lot,' terang dia.
Dia menjelaskan, pemberlakuan penurunan lot saham dan fraksi harga saham ini ditujukan untuk memberikan banyak pilihan kepda investor untuk berinvestasi di pasar modal. Pasalnya, selama ini tingginya satuan lot dan banyaknya penetapan fraksi harga saham tidak memberikan ruang yang luas kepada investor.
"Penyederhanaan fraksi saham dimaksudkan investor lebih mudah melihatnya. Selama ini ada lima fraksi harga saham sekarang 3 saja. Target kami berikan fasilitas investor ritel agar bisa diversifikasi investasinya, jangan menginvestasikan uangnya hanya di satu saham saja," terangnya.
Selain itu, penurunan lot saham juga menjadi salah satu cara untuk bisa menarik investor masuk ke pasar modal. "Selama ini blue chip harga sahamnya cukup tinggi sehingga kemampuan investor terbatas karena itu minta kepada emiten stock split itu tidak cukup, makanya turunkan lot size," kata Ito. (detik.com)

Satu Lot Jadi 100 Lembar Saham Berjalan Mulus, Banyak Investor Daerah Girang

Jakarta -Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pemberlakuan penurunan lot saham dari 500 menjadi 100 lembar berjalan mulus kemarin. Banyak investor daerah yang menanyambut baik hal tersebut.
Direktur Utama BEI Ito Warsito mengklaim, pemberlakuan penurunan lot saham ini banyak ditunggu investor di daerah. Meski pada perdagangan kemarin volume dan nilai transaksi perdagangan masih moderat.
"Kemarin implementasi ukuran lot dan penyederhanaan fraksi harga berjalan mulus. Tidak ada hambatan apa pun, 114 Anggota bursa (AB) sudah terkoneksi dengan baik. Roadshow di daerah banyak investor yang senang penurunan lot,' ujar Ito saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, selasa (7/1/2014).
Dia menjelaskan, pemberlakuan penurunan lot saham dan fraksi harga saham ini ditujukan untuk memberikan banyak pilihan kepada investor pasar modal. Pasalnya, selama ini tingginya satuan lot dan banyaknya penetapan fraksi harga saham tidak memberikan ruang yang luas kepada investor.
"Penyederhanaan fraksi saham dimaksudkan investor lebih mudah melihatnya. Selama ini ada lima fraksi harga saham sekarang 3 saja. Target kami berikan fasilitas investor ritel agar bisa diversifikasi investasinya, jangan menginvestasikan uangnya hanya di satu saham saja," terangnya.
Selain itu, penurunan lot saham juga menjadi salah satu cara untuk bisa menarik investor masuk ke pasar modal. "Selama ini blue chip harga sahamnya cukup tinggi sehingga kemampuan investor terbatas karena itu minta kepada emiten stock split itu tidak cukup, makanya turunkan lot size," kata Ito. (detik.com)