korea by dewanti

Friday, January 10, 2014

BI: Cadangan Devisa SiapTembus US$100 Miliar

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia memprediksi cadangan devisa siap tembus US$100 miliar seiring pembaikan pada ekonomi makro, meski ada arus modal yang masuk dan keluar.
Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan saat ini cadangan devisa sekitar US$100 miliar, dengan adanya arus keluar dan masuk, maka BI akan menggunakan untuk keperluan intervensi.
"BI juga akan gunakan cadangan devisa untuk keperluan intervensi pasar," ungkapnya,Jumat (10/1/2014).
Hingga Desember 2013, cadangan devisa Indonesia tercatat US$99,4 miliar, naik 2,47% atau US$2,4 miliar dibandingkan dengan cadangan devisa November 2013 sebesar US$97,0 miliar.
Jumlah cadangan devisa dapat membiayai impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah hingga 5,4—5,6 bulan. Selain itu, jumlah cadangan devisa tersebut sudah di atas standar kecukupan internasional.

IHSG Lompat 53 Poin di Akhir Pekan

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berlabuh di zona hijau setelah sempat dibuka negatif. Indeks lompat 53 poin di penutupan sore ini. IHSG dibuka melorot 4,5 poin (0,11%) di level 4.196.
Namun seiring ramainya perdagangan, IHSG menutup sesi I siang tadi di level 4.229,83 atau naik 28 poin (0,68%).
Akhirnya Jumat (10/1/2014), IHSG lompat ke posisi 4.254 naik 53 poin (1,28%). IHSG sempat menyentuh level tertingginya di 4.270.
Sebanyak 174.523 saham diperdagangkan dengan total volume 3,6 miliar. Adapun total nilainya mencapai Rp 4,83 triliun. Sejumlah 161 saham yang diperdagangkan bergerak naik sedangkan 113 saham turun dan sebanyak 79 saham tidak bergerak.
IHSG menguat mengikuti pergerakan bursa kawasan Asia yang mayoritas menguat. Selain itu aksi beli saham yang sudah oversold terjadi jelang penutupan meskipun tak sedikit pula aksi jualnya.
Sektor pertanian dan industri lainnya masih jatuh, sisanya terlihat positif di zona hijau.
Sementara indeks LQ45 naik 12 poin ke level 711.
 
Berikut saham yang masuk jajaran top gainers:
  • SMGR : Naik Rp 800 ke level Rp 14.900
  • SUPR-W : Naik Rp 655 ke level Rp 1.755
  • INTP : Naik Rp 650 ke level Rp 20.875
  • GGRM : Naik Rp 600 ke level Rp 42.500
Berikut saham yang masuk jajaran top losers:
  • AALI : Turun Rp 1.150 ke Rp 21.350
  • TBIG : Turun Rp 400 ke Rp 5.800
  • SMAR : Turun Rp 300 ke Rp 6.400
  • GTBO : Turun Rp 290 ke Rp 875
sumber: detik.com

Aturan Minimum Besaran Saham IPO Segera Dirilis

Jakarta -Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menyelesaikan aturan baru bursa soal peraturan pencatatan saham dan efek bersifat ekuitas selain saham. Aturan tersebut masuk dalam peraturan 1A BEI.
Dalam aturan tersebut akan disebutkan batasan minimum saham yang dilepas ke publik dalam Initial Public Offering (IPO) dan batasan minimum saham yang beredar bagi perusahaan yang sudah mencatatkan sahamnya di BEI.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen mengaku, saat ini pihaknya tengah merampungkan aturan tersebut agar bisa selesai akhir bulan ini.
"Akhir bulan ini target aturan selesai. Kita sampaikan ke direksi dan komisaris dulu, akhir bulan ini akan keluar peraturannya. Begitu dikeluarkan aturannya langsung implementasi," ujar Hoesen saat berbincang bersama media di Dapur Sunda, Pacific Place, Jakarta, Jumat (10/1/2014).
Dia menjelaskan, tujuan otoritas mengatur jumlah minimum saham perdana dan saham yang beredar adalah untuk meningkatkan likuiditas di pasar modal. Pasalnya, masih banyak perusahaan yang sudah mencatatkan sahamnya di bursa, jumlah saham yang beredar masih sedikit. Hal ini menjadi salah satu penyebab saham tidak likuid.
"Ini berhubungan dengan saham yang beredar, kalau sedikit jangan harap likuid. Salah satu agar likuid kan menambah saham beredar," terangnya.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengusulkan untuk melakukan peningkatan batasan minimum saham yang dilepas ke publik atau Initial Public Offering (IPO) sebesar 30%.
Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan, peningkatan batasan minimum saham yang dilepas ke publik perlu dilakukan agar membantu likuiditas di pasar modal.
Saat ini, kata Nurhaida, rata-rata perusahaan melepas saham IPO sebesar 20%. Ke depannya, OJK juga akan mengatur untuk menaikkan besaran saham IPO yang dilepas sebesar 30%.
"Sekarang kan rata-rata 20%, itu ada beberapa masukan tapi kita kaji dulu mungkin bisa ke 30%," ujar dia beberapa waktu lalu. (detik.com)