korea by dewanti

Wednesday, January 22, 2014

Inilah big cap penyemangat IHSG sesi II

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menambah poin sebanyak 24,99 poin di akhir sesi II hari ini (22/1). Alhasil, posisi indeks terakhir adalah 4.477,49.
 
Aksi beli sejumlah saham big cap menjadi salah satu sentimen yang mengangkat IHSG. Beberapa di antaranya yakni:
 
PT United Tractors Tbk (UNTR)
Saham UNTR yang naik 5,8% menjadi Rp 20.950 menyumbang kenaikan indeks sebesar 4,6 poin. Tiga sekuritas yang paling banyak memborong saham ini antara lain: Macquarie Capital Securities senilai Rp 16,360 miliar, Deutsche Securities senilai Rp 15,136 miliar, dan Merrill Lynch Indonesia senilai Rp 14,762 miliar.
 
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
Saham BMRI yang naik 1,9% menjadi Rp 8.950 menyumbang kenaikan indeks sebesar 4,3 poin. Tiga sekuritas yang paling banyak memborong saham ini antara lain: JPMorgan Securities senilai Rp 25,211 miliar, Credit Suisse Securities senilai Rp 23,009 miliar, dan Deutsche Securities senilai Rp 18,627 miliar.
 
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
Saham INDF yang naik 5,9% menjadi Rp 7.175 menyumbang kenaikan indeks sebesar 3,8 poin. Tiga sekuritas yang paling banyak memborong saham ini antara lain: JPMorgan Securities senilai Rp 119,047 miliar, Credit Suisse Securities senilai Rp 19,931 miliar, dan Morgan Stanley Indonesia senilai Rp 16,759 miliar. (kontan.co.id)

Asing Beli Saham Rp 350 Miliar, IHSG Menguat 24 Poin

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 24 poin ditopang aksi beli investor asing. Dana asing kembali masuk ke lantai bursa kali ini sekitar Rp 350 miliar.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup
per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.120 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG berkurang 14,690 poin (0,33%) ke level 4.437,809 terkena aksi ambil untung. Indeks bergerak dalam rentang yang tidak terlalu lebar.
Saham-saham yang kemarin menguat kini balik arah negatif. Aksi jual makin lama makin ramai dilakukan oleh investor domestik dan asing.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menipis 5,312 poin (0,12%) ke level 4.447,187 sempat naik ke zona hijau tak lama setelah pembukaan perdagangan. Sayangnya aksi ambil untung memaksa indeks balik ke teritori negatif.
Ketika tidak ada sentimen positif yang beredar, investor pun galau antara berburu saham atau melepas portofolio untuk dana segar. Untungnya aksi beli menjelang penutupan cukup tinggi.
Menutup perdagangan, Rabu (22/1/2014), IHSG naik 24,990 poin (0,56%) ke level 4.477,489. Sementara Indeks LQ45 menguat 6,049 poin (0,81%) ke level 757,374.
Hanya empat sektor yang masih merah, enam sektor lainnya sudah bisa berjalan di zona hijau. Saham-saham unggulan di sektor tambang dan konsumer memimpin penguata hari ini.
Aksi beli jelang penutupan didominasi investor asing. Transaksi asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 359,66 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 212.378 kali pada volume 4,317 miliar lembar saham senilai Rp 5,379 triliun. Sebanyak 148 saham naik, sisanya 139 saham turun, dan 77 saham stagnan.
Bursa saham China masih memimpin penguatan bursa regional dengan lonjakan lebih dari dua persen. Menutup perdagangan hari ini bursa Asia kompak menguat.
 
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melonjak 43,44 poin (2,16%) ke level 2.051,75. 
  • Indeks Hang Seng naik 49,13 poin (0,21%) ke level 23.082,25. 
  • Indeks Nikkei 225 menguat 25,00 poin (0,16%) ke level 15.820,96. 
  • Indeks Straits Times naik tipis 0,37 poin (0,01%) ke level 3.134,13. 
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 1.150 ke Rp 20.950, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.050 ke Rp 26.850, Matahari (LPPF) naik Rp 600 ke Rp 13.075, dan Indofood CBP (ICBP) naik Rp 500 ke Rp 11.600.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 625 ke Rp 20.825, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 300 ke Rp 14.675, Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 200 ke Rp 5.700, dan Asuransi Ramayana (ASRM) turun Rp 185 ke Rp 990. (detik.com)

Rupiah Sentuh 12 Ribu/US$, Harga BBM Bersubsidi Harus Naik

Liputan6.com, Jakarta : Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan pemerintah harus segera menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi seiring nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sudah berada di kisaran 12 ribu.
JK, sapaan akrab Jusuf Kalla, mengatakan, kurs dolar yang mencapai 12 ribu per dolar AS akan membuat biaya importasi BBM bersubsidi semakin membengkak.
"Kalau harga dolar Rp 12 ribu seperti sekarang, pasti ketinggian subsidinya," kata JK di Kantor Pusat Perusahaan Gas Negara (PGN), Jakarta, Rabu (22/1/2013).
Menurut JK, jika berpatok pada kurs BBM dalam Anggran Pendapatan Belanjan Negara (APBN) Rp 10.500 per US$, pemerintah seharusnya sudah menaikkan BBM bersubsidi. Keputusan pemerintah yang menunda kenaikan BBM bersubsidi malah akan membuat subsidi pemerintah membengkak.
"Tapi kalau itu mengikuti APBN ya harus dinaikkan. Artinya subsidi itu jangan berlebihan, jangan over," tuturnya.
Namun, lanjut JK, keputusan kenaikan BBM tersebut tergantung besaran subsidi yang ditetapkan dalam APBN. Hal tersebut tergantung pada kebijakan pemerintah.
"Tergantung besaran subsidinya. Beban subsidinya kan Rp 200 triliun. Kalau melebihi itu, pemerintah akan naikkan. Tergantung pemerintah lah," pungkasnya.