korea by dewanti

Friday, February 14, 2014

Akhirnya IHSG Ditutup di 4.500, Rupiah Pun Menguat

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mampu ditutup di level 4.500 setelah satu pekan ini hanya numpang lewat. Aksi beli tidak terlalu ramai karena IHSG masih konsolidasi dulu.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 11.830 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.980 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 16,039 poin (0,36%) ke level 4.507,699. Maraknya sentimen positif juga beri angin segar kepada pergerakan rupiah dan IHSG.
Aksi beli selektif terjadi di seluruh lapisan saham, mendorong indeks ke posisi tertingginya di 4.512,749 Saham unggulan yang jadi incaran pagi ini langsung kompak menguat.
Pada perdagangan preopening, IHSG naik 8,066 poin (0,18%) ke level 4.499,726 sempat menyentuh level 4.500 tapi belum mampu bertahan dan akhirnya turun lagi. Indeks bergerak dalam rentang tipis dan konsolidasi dulu.
Investor tidak terlalu semangat berburu saham. Hanya beberapa saham unggulan saja yang bisa menguat, sisanya terkena aksi ambil untung sehingga membuat penguatan indeks tersendat.
Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (14/2/2014), IHSG bertambah 16,384 poin (0,36%) ke level 4.508,044. Sementara Indeks LQ45 naik 2,915 poin (0,39%) ke level 757,592.
Tiga sektor masih terjebak negatif, sektor tambang, industri dasar dan manufaktur. Saham-saham konstruksi memimpin penguatan bersama enam sektor lainnya.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 159.802 kali pada volume 3,891 miliar lembar saham senilai Rp 5,144 triliun. Sebanyak 175 saham naik, sisanya 107 saham turun, dan 79 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia bergerak variatif hingga sore hari ini. Data ekonomi AS yang kurang bagus membuat sebagian pelaku pasar regional menahan diri untuk bertransaksi.
 
Berikut situasi dan kondisi di bursa-bursa regional sorea hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik 17,45 poin (0.83%) ke level 2.115,85.
  • Indeks Hang Seng menguat 132,88 poin (0,60%) ke level 22.298,41.
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 221,71 poin (-1,53%) ke level 14.313,03.
  • Indeks Straits Times menipis 0,26 poin (-0.01%) ke level 3.039,64.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 1.500 ke Rp 19.500, Lionmesh (LMSH) naik Rp 550 ke Rp 7.050, Matahari (LPPF) naik Rp 450 ke Rp 13.350, dan Mayora (MYOR) naik Rp 300 ke Rp 28.700.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Citra Tubindo (CTBN) turun Rp 1.100 ke Rp 4.650, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 700 ke Rp 43.650, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 69.250, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 325 ke Rp 18.300. (detik.com)

Saham RALS Masih Memikat

INILAHCOM, Jakarta - Tidak jelas, berapa persen saham yang akan dilego Ramayana (RALS). Tapi nilainya diduga mencapai US$300 juta atau sekitar Rp3,6 triliun. "Ini dilakukan untuk menciptakan sinergi yang baik untuk bisnis perusahaan," kata sebuah sumber di Ramayana.
Saat ini, Ramayana memiliki 110 gerai Robinson. Tak lama lagi akan bertambah enam gerai baru yang didirikan di Depok, Pamulang, Tajur, Sumedang, Solo dan Depok.
Sepanjang 10 bulan pertama tahun lalu, perseroan telah mencatatkan penjualan senilai Rp6,73 triliun atau naik +6,1% (year on year). Ini berarti 79,1% dari konsensus (Rp8,5 triliun).
Sedangkan untuk tahun ini, manajemen mematok target laba bersih sebesar Rp450 hingga Rp500 miliar. Target ini akan berjalan seiring dengan penjualan RALS.
Itu sebabnya, Mandiri Sekuritas merekomendasikan buy untuk saham berkode RALS dengan target harga Rp1.850. Sementara satu analis merekomendasikan sama, dengan target jangka pendek Rp1.520. Lumayan, kalau dibandingkan dengan harga saat ini Rp1.375.

Pemerintah Cari Investor di Singapura Untuk Bangun Kilang Pertamax

Jakarta -Beberapa hari lalu, pemerintah diwakili Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo menemui sejumlah investor di Singapura. Pemerintah mencari investor untuk membangun kilang pertamax di Indonesia.
Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, kilang yang akan dibangun adalah untuk memproduksi bensin kadar Ron 92 atau setara pertamax.
"Investor yang penting, bikin Ron 92. Kita yang mintanya Ron 92," kata Bambang di kantornya, Jakarta, Jumat (14/2/2014).
Kenapa kilang pertamax? Bambang mengatakan, tidak ada lagi teknologi untuk memproduksi BBM dengan Ron 88 atau sekelas premium saat ini.
"Karena sudah nggak ada lagi tekonologi untuk Ron 88. Poinnya begini, kita mintanya Ron 92, sudah itu saja, termasuk solar dan avtur," ujarnya.
Sebelumnya, Bambang mengatakan, ada sekitar 30 investor yang ditemui pemerintah. Pertemuan berlangsung 2 hari, dan ada 6 investor yang menyatakan tertarik. Investor yang tertarik itu berasal dari Jepang dan Inggris.
"Yang konsultasi itu empat dari Jepang dan satu BP (British Petroleum/Inggris), dan satu lagi saya lupa apa negaranya," ungkap Bambang.
Enam investor melakukan konsultasi seputar proyek kilang yang akan dibangun. Beberapa persoalan dipertanyakan oleh investor, termasuk paket insentif pajak yang ditawarkan pemerintah. (detik.com)