korea by dewanti

Monday, March 10, 2014

BSDE akan Akuisisi Lahan Grup Bakrie di Kuningan

INILAHCOM, Jakarta - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) berniat memperluas kepemilikan lahannya di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan, milik Grup Bakrie.
"Tanah di Rasuna (Kuningan) merupakan tanah emas. Kalau memang masih ada tanah di kawasan tersebut, kami open saja kalau harganya cocok," kata Direktur dan Sekretaris PT Bumi Serpong Damai Tbk, Hermawan Wijaya di Jakarta, Senin (10/3/2014).
Menurut Hermawan, dengan adanya penambahan lahan baru dipastikan akan meningkatkan pendapatan perseroan. Sehingga, perseroan selalu mencari lahan-lahan baru di wilayah yang berpotensial.
"Kami akan ambil alih (lahan-lahan) yang memang yieldnya bagus dan harganya cocok di perusahaan," tutur Hermawan.
Pada bulan lalu, perseroan mengakuisisi ruang ritel (strata title) di Rasuna Epicentrum, CBD Kuningan senilai Rp297 miliar. Tujuan pembelian ini, untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis perseroan secara an-organik. Hal ini untuk memperkuat segmen pendapatan recurring income atau pendapatan berkelanjutan.

Rupiah Makin Kuat, Dolar Turun ke Rp 11.300

Jakarta -Nilai tukar rupiah hari menguat terhadap mata-mata uang dunia. Dolar Amerika Serikat (AS) berhasil ditekuk sampai ke kisaran Rp 11.300.
Seperti mengutip data perdagangan Reuters, Senin (10/3/2014), pagi tadi dolar AS dibuka di kisaran Rp 11.450 sedikit lebih tinggi dari penutupan akhir pekan lalu di Rp 11.435 per dolar AS.
Rupiah terus menguat sampai siang tadi mencapai puncaknya. Dolar AS berhasil ditekan sampai ke titik terendahnya hari ini di Rp 11.345 per dolar AS.
Sampai pada penutupan perdagangan sore ini dolar AS ditutup di Rp 11.370 per dolar AS, melemah 0,61% dari posisi sebelumnya. Rupiah memang sudah menguat dalam beberapa hari terakhir.
Hari ini rupiah juga menguat terhadap mata-mata uang dunia lainnya, seperti euro, poundsterling dan yen. Rupiah menguat 0,93% terhadap poundsterling dan berada di posisi Rp 18.990 poundsterling.
Sementara terhadap euro, rupiah menguat 0,35%. Posisi euro berada di level Rp 15.800 per euro. Sedangkan yen melemah 0,86% terhadap rupiah, berada di posisi Rp 110 per yen. (detik.com)

KPPU Tak Temukan Praktik Monopoli di 'Perkawinan' XL-Axis

Jakarta -Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan tidak terdapat kekhawatiran terjadinya praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang disebabkan oleh pengambilalihan saham Axis Telecom Indonesia (AXIS) oleh PT XL Axiata Tbk (XL). Keputusan KPPU ini membawa XL semakin dekat merampungkan akuisisi AXIS.
Sebelumnya, XL telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kemenkominfo) dan persetujuan pemegang saham XL melalui RUPSLB beberapa waktu yang lalu.
Rencana merger XL dengan AXIS ini juga telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta tidak ada keberatan dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu, XL dan AXIS juga telah memperoleh persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk rencana akusisi.
"Kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan KPPU. Hal ini merupakan momentum penting bagi proses konsolidasi industri telekomunikasi nasional," kata Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi dalam siaran pers, Senin (10/3/2014).
Ia mengatakan, dengan diperolehnya restu dari KPPU tersebut, emiten berkode EXCL itu telah memenuhi seluruh persyaratan dari Perjanjian Jual Beli Bersyarat (CSPA) yang terkait dengan regulator.
"Terwujudnya merger XL-AXIS akan memberikan manfaat dan keuntungan yang besar kepada pelanggan, serta menciptakan industri telekomunikasi yang akan semakin sehat," ujarnya.
Hasnul menjelaskan, XL akan berkomunikasi secara rutin dengan KPPU untuk memastikan bahwa proses akuisisi dan merger XL-AXIS akan selalu tunduk dan patuh kepada peraturan yang berlaku, serta manfaat merger yang dijanjikan benar-benar dapat dinikmati pelanggan. (detik.com)