korea by dewanti

Monday, June 16, 2014

IHSG Balik ke Level 4.800

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lengser lagi ke level 4.800 akibat tekanan jual investor lokal dan asing. Saham unggulan jadi target aksi jual.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 11.815 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 11.785 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menipis 2,595 poin (0,05%) ke level 4.924,068. Indeks membuka awal pekan dengan datar. Investor lakukan aksi tunggu sampai ada sentimen positif yang bisa menggerakan pasar.
Tak lama setelah pembukaan indeks balik arah ke zona hijau berkat aksi beli selektif. Meski demikian pergerakannya masih dalam rentang yang tidak terlalu lebar.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG berkurang 20,931 poin (0,42%) ke level 4.905,732 mengikuti pelemahan bursa-bursa regional. Indeks bersiap lengser dari level 4.900.
Indeks tak berlama-lama di zona hijau, hanya singgah ke level 4.929 setelah itu balik lagi ke zona merah. Aksi jual dilakukan oleh investor lokal sementara asing pilih menunggu.
Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (16/6/2014), IHSG jatuh 41,204 poin (0,84%) ke level 4.885,459. Sementara Indeks LQ45 anjlok 9,604 poin (1,15%) ke level 823,056.
Investor asing akhirnya memilih lepas saham setelah lakukan aksi tunggu pagi tadi. Transaksi investor asing hingga sore hari ini melakukan transaksi penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 248,95 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 181.664 kali pada volume 3,907 miliar lembar saham senilai Rp 3,861 triliun. Sebanyak 74 saham naik, 200 turun, dan 85 saham stagnan.
Bursa di Asia menutup perdagangan awal pekan dengan variatif, sebagian melemah dan sebagian lagi menguat. Sentimen krisis di Irak dikhawatirkan akan memicu tingginya harga minyak dunia.
 
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore ini:
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 164,55 poin (1,09%) ke level 14.933,29.
  • Indeks Hang Seng menipis 18,50 poin (0,08%) ke level 23.300,67.
  • Indeks Komposit Shanghai menguat 15,27 poin (0,74%) ke level 2.085,98.
  • Indeks Straits Times naik tipis 0,41 poin (0,01%) ke level 3.293,66.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Link Net (LINK) naik Rp 400 ke Rp 5.350, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 250 ke Rp 67.900, Dharma Satya (DSNG) naik Rp 200 ke Rp 3.450, dan Siantar Top (STTP) naik Rp 150 ke Rp 3.100.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 925 ke Rp 21.975, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 625 ke Rp 52.975, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 525 ke Rp 27.175, dan Mandom (TCID) turun Rp 500 ke Rp 15.500. (detik.com)

Semen Indonesia Mulai Bangun Pabrik di Rembang

Bisnis.com, JAKARTA—PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) memulai pembangunan pabrik baru kapasitas 3 juta ton per tahun dengan konsep ramah lingkungan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada hari ini, Senin (16/6/2014).
Pembangunan itu dimulai dengan melakukan Tasyakuran dan doa bersama yang dipimpin oleh lima tokoh masyarakat Rembang di antaranya Mbah Achmad Akhid dari Timbrangan, Mbah Sarki dari Pasucen, Mbah Syamsudin dari Kajar, Mbah Purwoto dari Kadiwono, dan Kyai Nasikun dari Tegaldowo.
Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto menuturkan pabrik baru di Rembang ini merupakan langkah perseroan untuk memperkuat ekspansi agar Indonesia tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan BUMN tetap menjadi pemimpin pasar (market leader) di industri semen nasional.
"Lebih membanggakan lagi, pabrik di Rembang ini merupakan pabrik ramah lingkungan yang dikerjakan secara swakelola oleh putra-putri terbaik bangsa," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (16/6/2014).
Pabrik yang berada di lahan seluas 55 hektare ini didesain sebagai pabrik ramah lingkungan dengan konsumsi energi dan air yang minim serta memperbanyak ruang hijau. Sebanyak 30% wilayah pabrik digunakan untuk ruang terbuka hijau (RTH).
Dia menuturkan konsep green industry di Rembang diwujudkan dengan meningkatkan konsumsi energi alternatif dari limbah pertanian, menekan konsumsi air dan listrik, kontrol emisi yang ketat, dan tetap melestarikan keanekaragaman hayati.
"Kami ingin mewujudkan environmental excellence dalam pengelolaan pabrik ini," tutur Dwi.

BURSA HONG KONG: Indeks Hang Seng Ditutup Melemah 0,08%

Bisnis.com, JAKARTA–Bursa saham Hong Kong  ditutup melemah tipis pada perdagangan Senin (16/6/2014).
Hong Kong Hang Seng Index pada akhir perdagangan hari ini tercatat melemah 0,08% ke level 23,300,67, setelah penutupan hari sebelumnya, Jumat (13/6/2014) berhenti di angka 23.319,17 dan menguat 0,62%.
Sepanjang hari ini indeks bergerak di kisaran 23.232,56 – 23.340,42. Dari 50 saham yang ditampilkan data Bloomberg, 20 menguat, 26 melemah, dan 4 yang stagnan.
Saham HSBC Holdings PLC dan China Construction Bank Corp menjadi penekan indeks dengan koreksi 0,31% dan 0,68%. Sementara itu, saham Petro China Co Ltd dan Tencent Holdings Ltd menguat 0,95% dan 0,26%.