korea by dewanti

Friday, June 13, 2014

IHSG Menipis 7 Poin di Akhir Pekan

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menipis 7 poin akibat maraknya sentimen negatif yang beredar. Investor lokal banyak lepas saham dan memilih keluar sejenak dari lantai bursa.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 11.785 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 7,036 poin (0,14%) ke level 4.927,371 terseret pelemahan bursa global dan regional.
Tekanan jual terjadi hampir di seluruh sektor saham, membuat IHSG tak mampu naik ke zona hijau. Aksi jual marak dilakukan investor domestik.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG berkurang 9,843 poin (0,20%) ke level 4.924,564. akibat maraknya sentimen negatif yang beredar. Melemahnya bursa global akibat krisis politik di Irak memberi sentimen negatif.
Banyak investor yang memilih untuk lakukan aksi tunggu sampai ada sentimen positif yang bisa menggerakan indeks. Indeks sempat meluncur ke titik terendahnya hari ini di level 4.918,478.
Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (12/6/2014), IHSG turun tipis 7,744 poin (0,16%) ke level 4.926,663. Sementara Indeks LQ45 melemah tipis 1,867 poin (0,22%) ke level 832,660.
Indeks gagal menyentuh zona hijau setelah seharian melemah. Aksi jual investor domestik membuat Indeks bertahan di teritori negatif.
Padahal sampai hari ini investor asing masih terus berburu saham. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 736,09 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 149.545 kali pada volume 7,78 miliar lembar saham senilai Rp 10,529 triliun. Sebanyak 117 saham naik, 141 turun, dan 91 saham stagnan.
Volume dan nilai transaksi perdagangan saham hari ini melonjak tinggi akibat aksi tutup sendiri (crossing) saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 6,5 triliun di pasar negosiasi. Transaksi ini dibantu oleh empat broker, yaitu Credit Suisse (CS), Bahana Securities (DX), Mandiri Sekuritas (CC), dan Danareksa Sekuritas (OD).
Bursa-bursa Asia cenderung menguat menutup akhir pekan ini. Aksi beli di penghujung perdagangan membuatnya balik arah ke zona hijau.
 
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore ini:
  • Indeks Nikkei 225 menguat 124,31 poin (0,83%) ke level 15.097,84.
  • Indeks Hang Seng naik 144,15 poin (0,62%) ke level 23.319,17.
  • Indeks Komposit Shanghai bertambah 19,00 poin (0,93%) ke level 2.070,71.
  • Indeks Straits Times menipis 0,42 poin (0,01%) ke level 3.292,59.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Indocement (INTP) naik Rp 425 ke Rp 24.850, Matahari (LPPF) naik Rp 350 ke Rp 14.100, Saratoga (SRTG) naik Rp 140 ke Rp 4.550, dan Asahimas (AMFG) naik Rp 125 ke Rp 7.125.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 425 ke Rp 53.600, First Media (KBLV) turun Rp 395 ke Rp 1.905, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 350 ke Rp 67.650, dan Minna Padi (PADI) turun Rp 270 ke Rp 1.135. (detik.com)

Bumi Resources Gelar RUPS Bahas Saham Baru Rp 6,5 Triliun

Jakarta -PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berniat menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) akhir bulan ini, tepatnya 30 Juni 2014. Rapat dilakukan guna membahas rencana penerbitan saham baru senilai Rp 6,5 triliun.
Seperti dikutip dari keterangan tertulis perseroan, Jumat (13/6/2014), penerbitan saham baru tersebut akan dilakukan melalui mekanisme penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PUT HMETD) alias rights issue.
Agenda dalam rapat tersebut hanya satu, yaitu meminta persetujuan untuk rights issue. Jumlah saham yang akan diterbitkan perseroan sebanyak 26,17 miliar lembar.
Saham seri B tersebut dipatok di harga Rp 250 per lembar. Harga tersebut lebih tinggi hampir 30% dari harga penutupan perdagangan kemarin di Rp 193 per lembar. Hari ini saham BUMI diperdagangkan di kisaran Rp 192-195 per lembar.
Atas aksi korporasinya ini, perusahaan tambang tersebut bisa meraup dana hingga Rp 6,54 triliun. Jika pemegang saham sepakat, maka rights issue akan digelar pada Juli mendatang.
Dana hasil rights issue ini akan digunakan untuk membayar utang. Perusahaan akan fokus kepada pemangkasan tahun ini, terutama pembayaran utang pokok kepada China Investment Corp (CIC) yang nilainya mencapai US $1,3 miliar.
Utang tersebut diperoleh melalui Country Forest Limited (CFL) pada 18 September 2009. Pinjaman masih yang tersisa sebesar US$ 1,3 miliar, dari jumlah itu, US$ 600 juta di antaranya akan jatuh tempo 18 September tahun ini. Sedangkan US$ 700 juta sisanya harus dilunasi sebelum 18 September 2015.
Utang lainnya yang akan dilunasi perseroan adalah ke Castleford Investment Holdings Ltd sebesar US$ 150 juta. Pinjaman ini diperoleh pada 14 November 2013.
Utang ketiga yang akan dibayar sebesar US$ 225 juta untuk membayar sebagian guaranteed convertible bond due 2014 serta beberapa fasilitas utang BUMI kepada para kreditur lain. Surat utang tadi diterbitkan pada 5 Agustus 2009.
Rabu lalu BUMI hampir saja gagal bayar bunga obligasi senilai US$ 18 juta yang masuk tenggat waktu terakhirnya. Namun manajemen berhasil menyelesaikan pembayaran utang tepat di batas terakhir hari pembayaran. (detik.com)

BURSA HONG KONG: Indeks Hang Seng Ditutup Naik 0,62%

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Hong Kong  ditutup rebound pada perdagangan Jumat (13/6/2014).
Hong Kong Hang Seng Index pada akhir perdagangan hari ini tercatat menguat 0,62% ke level 23,319,23, setelah penutupan hari sebelumnya, Kamis (12/6) berhenti di angka 23.175,02 dan terkoreksi 0,35%.
Sepanjang hari ini indeks bergerak di kisaran 23.099,87 – 23.397,77. Dari 50 saham yang ditampilkan data Bloomberg, 40 menguat, 8 melemah, dan 2 yang stagnan.
Saham Industrial & Commercial Bank of China Ltd dan China Construction Bank menjadi pendorong indeks dengan kenaikan 1,85% dan 1,21%. Sementara itu, saham China Mobile Ltd dan China Mengniu Dairy Co Ltd melemah 0,33% dan 3,01%.