korea by dewanti

Wednesday, January 29, 2014

Bernanke Pensiun, Apa Tetap Ada Tapering Fed?

INILAH.COM, New York - Gubernur Fed AS, Ben Bernanke akan menyerahkan kepemimpinan bank sentral AS kepada Janet Yellen. Dalam proses transisi, dia ingin kondisi moneter ke arah yang lebih normal.
Bernanke telah memimpin Federal Reserve AS selama delapan tahun. Sebagai bukti dari itikad tersebut Fed nanti malam akan mengumumkan rencana pengurangan stimulus moneter menjadi US$75 miliar per bulan dari US$85 miliar sejak 2008 lalu. Pasar memperkirakan Fed akan mewujudkan rencana yang sudah diputuskan pada pertemuan Oktober 2013 lalu.
"Kami berharap pengurangan stimulus US$10 miliar pada Rabu seperti pertemuan Fed pada Oktober lalu saat kemungkinan tersebut menjadi spekulasi di pasar," kata Tony Crescenzi, Senior Manajer Portofolio di Pimco seperti mengutip cnbc.com.
Misteri tersebut telah menjadi ketidakpastian di pasar negara berkembang. Mereka mencari sinyal-sinyal kepastian Fed memangkat pembelian obligasi. Sebagian pengamat berharap Fed untuk merealiasikan rencana tersebut.
"Ambang batas peningkatan dan penurunan stimulus sangat tinggi. Semakin cepat dipangkas maka meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga. Fed tidak menginginkan hal itu, apalagi dengan tingkat inflasi yang rencah," katanya lagi.
Pernyataan resmi Fed akan diungkap nanti malam. Keputusan tersebut menjadi hal penting bagi perekonomian AS. Bahkan lebih luas terhadap ekonomi global.
Keputusan tersebut kian memukul bursa di pasar berkembang. Apalagi sejak pekan ini sangat tertekan data manufaktur China yang mengecewakan pasar. Belum lagi dengan ancaman inflasi dan beban utang yang tinggi sehingga melemahkan mata uang di banyak negara berkembang.