korea by dewanti

Monday, November 25, 2013

Trust Securities: Laju Penguatan IHSG Terbatas

Jakarta -Dalam ulasan sebelumnya kami tuliskan "Bahkan IHSG telah menembus garis ketahanan support sehingga membuat IHSG berpeluang melanjutkan pelemahannya". Meski IHSG sempat mengalami penguatan di awal sesi namun, toh akhirnya IHSG kembali terpeleset masuk ke zona merah. Adanya laju positif bursa saham AS hanya dimanfaatkan untuk spekulasi masuk pasar sesaat dan ketika IHSG sempat menghijau dimanfaatkan untuk aksi ambil untung. Mood pelaku pasar untuk jualan belum sepenuhnya sirna sehingga IHSG pun hanya mengalami penguatan terbatas dan cenderung melemah. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4359,58 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4303,53 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4317,96. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Senin (25/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4292-4308 dan resistance 4338-4360. Berpola menyerupai downside tasuki di atas lower bollinger bands (LBB). MACD kembali menurun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali downreversal. Laju IHSG sempat berada di kisaran target support (4285-4312) dan juga sempat berada di kisaran target resisten (4358-4362) sehingga pergerakan cenderung sideways. Sentimen yang variatif membuat laju penguatan IHSG menjadi terbatas. Diharapkan sentimen positif dari bursa saham AS dapat berimbas baik pada IHSG. (detik.com)

Peluang IHSG Rebound Masih Ada

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu turun 8 poin menyusul maraknya aksi jual di saham lapis dua. Indeks yang sempat menghijau pun akhirnya gagal rebound.
Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (22/11/2013), IHSG ditutup turun 8,245 poin (0,19%) ke level 4.317,960. Sementara Indeks LQ45 ditutup melemah 1,123 (0,16%) ke level 720,887.
Indeks Dow Jones dan S&P 500 di pasar saham Wall Street kembali mencetak rekor tertingginya sepanjang masa. Dow Jones tembus 16.000 sedangkan S&P melewati 1.800.
Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones menguat 54,78 poin (0,34%) ke rekor terbarunya di 16.064.77. Indeks Standard & Poor's 500 bertambah 8,91 poin (0,50%) juga rekor terbarunya di 1.804,76. Indeks Komposit Nasdaq menanjak 22,50 poin (0,57%) ke level 3.991,65.
Hari ini IHSG punya peluang untuk rebound jika melihat sentimen positif dari bursa global dan regional. Investor asing diprediksi masih lakukan aksi jual sehingga bisa menghambat laju IHSG.
 
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
  • Indeks Nikkei 225 menguat 129,17 poin (0,84%) ke level 15.510,89. 
  • Indeks KOSPI menanjak 22,19 poin (1,11%) ke level 2.028,42. 
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
 
Kiwoom Securities
Penguatan Dow Jones dan pasar regional dapat menjadi sentimen positif. IHSG masih berada di kisaran yang negatif setelah gagal untuk menguat minggu lalu. Namun, adanya level psikologis 4,300 terlihat dapat menahan peluang negatif. Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran yang mixed hari ini.
 
KDB Daewoo Securities
Pada perdagangan akhir pekan lalu IHSG ditutup turun -8.25 poin (-0.19%) ke 4,317.96 dengan jumlah transaksi sebanyak 17.1 juta lot atau setara dengan Rp5.5 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+0.29%), sektor basic-industries (-0.71%), sektor construction and property (-0.96%), sektor consumer goods (+0.03%), sektor finance (+0.19%), sektor infrastructure (-0.78%), sektor mining (+0.37%), sektor misc-industries (-1.21%), dan sektor trade (+0.46%).
Tercatat sebanyak 116 saham mengalami penguatan, 103 saham mengalami penurunan, 113 saham tidak mengalami perubahan dan 153 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. BBCA (+1.52%), PGAS (+2.67%), MNCN (+5.10%), SCMA (+2.73%), dan KLBF (+1.59%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. TLKM (-3.37%), ASII(-1.49%), INTP (-3.13%), BBRI (-0.65%), dan SCBD (-9.09%).
Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp38 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. TLKM, GGRM, INTP, ASRI, dan PTBA. Mata uang Rupiah terapresiasi 11,700 per Dollar AS.
Secara teknikal penurunan IHSG akhir pekan lalu merupakan penurunan lanjutan, begitu juga dengan MACD histogram memberikan sinyal penurunan yang sudah terbatas, sehingga hari ini kami perkirakan IHSG akan mengalami menguat walau masih dalam sentiment mixed. Dengan support 4,191 dan resistance 4,498. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: BBTN, CTRS, WIKA. (detik.com)

Capital Outflow Masih Tekan Rupiah

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (15/11/2013) diprediksi melemah. Arus capital outflow jadi pemicunya.
Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, awal pekan ini, nilai tukar rupiah kemungkinan masih terkonsolidasi dengan kecenderungan berisiko melemah.
"Rupiah akan konsolidasi dalam kisaran terbatas 11.630 hingga 11.800 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM.
Menurut dia, kecenderungan pelemahan rupiah masih dipicu oleh faktor capital outflow. "Sebab, data-data ekonomi di AS mulai mengindikasikan kesolidan yang masih terus memicu capital outflow," ujarnya.
Kondisi ini, lanjut dia, berdampak negatif untuk nilai tukar rupiah. "Data-data yang dirilis pekan ini juga relatif minim kecuali pending home sales AS yang juga diperkirakan masih positif sehingga masih mendongkrak nilai tukar dolar AS dan jadi tekanan negatif bagi rupiah," tandas dia.
Data pending home sales AS sudah diprediksi menguat dari sebelumnya -5,6% berpeluang rebound ke kisaran -1,6%. "Lalu, Selasa (26/11/2013) malam juga akan dirilis data sektor perumahan lainnya yakni building permit dan housing start yang secara keseluruhan juga masih diperkirakan positif," ujarnya.
Lalu, sentimen pekan ini masih sama di mana para investor di kawasan regional Asia masih akan melanjutkan monitoring terhadap sinyal penarikan program stimulus The Fed yang lebih awal. "Sejauh ini data-data ekonomi AS yang dirilis menunjukkan angka yang semakin positif sehingga cenderung memperlemah nilai tukar rupiah," imbuh Christian.
Asal tahu saja, kurs rupiah terhadap dolar AS  di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (22/11/2013) ditutup menguat 15 poin (0,12%) ke level 11.685/11.705.