korea by dewanti

Monday, March 17, 2014

First Asia Capital: IHSG Dibayangi Profit Taking

Jakarta -IHSG akhir pekan lalu melonjak signifikan 3% lebih ditutup di level tertinggi sejak perdagangan 11 Juni 2013 yakni di 4878,643. Penguatan IHSG tersebut lebih bersifat euporia menyambut pencalonan Jokowi sebagai capres PDIP. Pemodal melakukan panic buying terutama atas saham-saham big-caps yang bergerak di sektor perbankan, otomotif, sektor jasa konstruksi dan pendukungnya seperti industri semen. Nilai transaksi di Pasar Reguler akhir pekan lalu melonjak mencapai Rp9,4 triliun dibandingkan rata-rata nilai transaksi harian sepekan kemarin yang hanya Rp6,26 triliun.
Pemodal antusias menyambut figur Jokowi yang dipersonifikasikan sebagai figur yang bersih, jujur, mau kerja keras sehingga menaruh harapan besar Indonesia dibawah kepemimpinannya bakal lebih baik. Bila dilihat sepekan IHSG menguat 4,11% dan sepanjang tahun ini telah menguat 14,14%. Namun penguatan IHSG sepekan kemarin bersifar anomali dengan tren yang terjadi di bursa kawasan maupun global. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street sepekan kemarin terkoreksi 2,35% dan 1,97%. Di Asia, indeks Nikkei Jepang dan Hangseng Hongkong sepekan terkoreksi masing-masing 6,2% dan 4,9%. Resiko pasar global cenderung meningkat menyusul krisis Ukraina-Rusia yang semakin meruncing dan kekhawatiran perlambatan ekonomi China.
Pada perdagangan awal pekan ini, peluang penguatan akibat euporia pencapresan Jokowi akan dibayangi aksi profit taking menyusul reaksi pemodal yang lebih rasional menyikapi sejumlah tantangan ekonomi domestik dan global tahun ini. IHSG akan bergerak dengan support di 4740 dan resisten di 4920 cenderung terkoreksi. Investor ritel disarankan melepas saham-saham yang sudah naik tinggi terutama saham sensitif interest rate seperti otomotif, perbankan, properti, dan jasa kosnstruksi.(detik.com)

Mandiri Sekuritas: Kenaikan IHSG Sudah Terbatas

Jakarta -Pasar saham AS ditutup melemah, pasca kondisi global yang memanas setelah referendum yang dilaksanakan oleh Crimea. Dini hari tadi, indeks saham Dow Jones Industrial Avg melemah sebesar -0,27% dan S&P500 turun sebesar -0,28%. Dari pasar Asia, indeks di beberapa negara terkemuka justru dibuka menguat. Kenaikan pasar saham Asia ditunjukkan oleh Nikkei 225 di Jepang yang terapresiasi +0,05% dan KOSPI Composite di Korea Selatan yang menguat +0,15%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas ditutup menguat. Harga minyak mentah WTI naik +0,70% ke US$98,89 per barel. Sementara harga emas Comex terapresiasi +0,49% ke posisi US$1379 per troy ounce.
Dari dalam negeri, euforia pencapresan Joko Widodo oleh PDI Perjuangan memberikan sentimen positif bagi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah. Kalangan investor optimis jika pencapresan Joko Widodo akan membuat makro ekonomi dan iklim investassi di Indonesia menjadi lebih baik ke depan.
Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas, IHSG diperdagangkan diatas EMA 200 hari. Indeks berpotensi menyentuh resistance fibo 261,8% di 4.893. kenaikan IHSG sudah terbatas dan berpotensi reversal dalam jangka pendek. IHSG akan bergerak mixed pada hari ini. Support IHSG berada di 4.743 dan resistance di 4.945.(detik.com)

Trust Securities: Waspada Adanya Profit Taking

Jakarta -Pada sesi awal, laju IHSG cenderung melemah setelah pelaku pasar mulai melakukan profit taking pasca sehari rilis BI rate. Pelemahan dimulai dari saham-saham perbankan, aneka industri, dan merembet ke saham-saham lainnya. Di tambah lagi kondisi dari laju bursa saham Asia mayoritas di zona merah dan laju Rupiah yang kembali melemah. Tetapi, entah kebetulan atau tidak, secara intraday perdagangan, kondisi IHSG berbalik arah mulai menguat signifikan sekitar Pukul 15.00 WIB pasca maraknya pemberitaan via media online dan BBM tentang pemberian mandat menjadi Presiden kepada Jokowi. Pasar sangat..sangat bereaksi positif. Bahkan nilai transaksi pun langsung melonjak yang juga didukung adanya transaksi beli saham BTPN di pasar nego hampir senilai Rp 6 triliun. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4726,17 (level tertingginya) di akhir sesi 2 dan menyentuh level 4726,17 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4726,17. Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Senin (17/3) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4650-4756 dan resisten 4885-4912. Bullish engufing melewati upper bollinger band (UBB). MACD melanjutkan kenaikan dengan histogram positif yang meningkat. RSI, Stochastic, dan William's %R dalam posisi uptrend. Sempat berada di support (4680-4706) namun, mampu berbalik naik melampaui target resisten (4735-4750). Di satu sisi memberikan harapan dan peluang untuk melanjutkan kenaikan namun, di sisi lain dapat menarik perhatian untuk profit taking. Jika kondisi ini dimanfaatkan untuk profit taking masif dan tidak didukung sentimen yang ada maka Jokowow Effect akan berkurang dan IHSG pun dapat kembali terkoreksi.(detik.com)