korea by dewanti

Friday, November 15, 2013

Bursa Asia Positif Tunggu Reformasi China

INILAH.COM, Singapura - Bursa saham Asia bergerak positif pada perdagangan Jumat (15/11/2013). Pasar menunggu keterangan resmi rencana reformasi ekonomi.
Indeks Nikkei naik 1,7% memperpanjang kenaikan sejak Jumat pekan lalu menjadi 7,6 persen. Kenaikan ini sebagia pekan terbaik sepanjang tahun 2013 ini. Pelemahan yen terhadap dolar AS 0,2% mendukung bursa saham Jepang.
Pelemahan yen tersebut setelah Wakil Gubernur The Fed, Janet Yellen menyatakan dapak negatif apabila mengurangi stimulus moneter Fed senilai US$85 miliar per bulan. Yellen membarikan pernyataannya dalam sidang nominasi untuk calon Gubernur Fed.
Pasar menangkap Yellen tidak akan membuat perubahan besar terhadap kebijakan moneter bila menjadi Gubernur The Fed pada Januari 2014 mendatang. Bernanke akan masuk masa pensiun pada Januari 2014
Untuk indeks Shanghai juga mengalami reli 2,3 persen dengan ekspektasi pasar terhadap rencana pemerintah China mereformasi BUMN. Ekspektasi pasar meningkatkan terhadap rencana reformasi yang lebih detail terhadap ekonomi China pada pekan depan.
Hal ini merupakan hasil dari Pleno Ketiga Komite Sentra Partai Komunis China pada akhir pekan lalu. Rancangan reformasi tersebut akan dirilis dalam beberapa hari ke depan.
"Kenaikan yang tidak terduga dengan spekulasi pasar dari reformasi terhadap perusahaan milik negara China, kata Zeng Xianzhao dari Everbright Securities, seperti mengutip marketwatch.com.
Sedangkan indeks Hang Seng mendapatkan 1,5%. Untuk indeks Kospi naik 1,85 dan indeks ASX di Australia menguat 0,8%.