Jakarta -Pasar saham AS cenderung bergerak datar (flat), menjelang pidato Janet Yellen besok. Dini hari tadi, indeks saham Dow Jones ditutup naik +0,05%, sementara S&P500 ditutup menguat +0,16%.
Di sisi lain, indeks saham di berbagai negara Asia pagi ini dibuka bervariasi (mixed). Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat naik +1,77%, sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan melemah -0,14%.
Pada pasar komoditas, harga minyak mentah WTI Crude Oil melesat naik +2,04% ke level US$99,88 per barel. Senada dengan harga minyak, kontrak berjangka emas Comex harus terapresiasi +0,45% ke posisi US$1.263,30 per troy ounce.
Dari dalam negeri, aksi ambil untung (profit taking) dan pelemahan rupiah masih membayangi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). Namun, positifnya rilis laporan keuangan perusahaan tercatat (emiten) akhir-akhir ini bisa menjadi katalis positif baru bagi pergerakan bursa domestik.
Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas, kemarin indeks yang di awal sesi sempat menguat gagal bertahan di zona hijau saat penutupan. IHSG gagal melakukan penetrasi lebih lanjut pada resistance kuatnya yang merupakan Fibo retracement 161.8% sehingga ditutup terkoreksi.
Koreksi ini meski belum memutus tren naik minornya, namun memberi sinyal negatif terhadap pergerakan indeks yang cenderung akan konsolidasi menguji kisaran support dari gap yang terbentuk di pekan kemarin. (detik.com)