Jakarta -Besok para warga negara Indonesia akan pergi ke tempat pemilihan suara terdekat dan menyumbangkan suaranya untuk menentukan siapakah yang akan menduduki kursi-kursi di DPR. Apa pengaruhnya terhadap pasar modal dalam negeri?
Menurut hasil riset PT Daewooo Securities Indonesia, fokus semua orang akan tertuju pada satu partai yaitu PDI-P. Apakah partai berlambang banteng ini akan bisa memperoleh mayoritas dari suara rakyat akan jadi fokus investor.
Pemilu esok ini akan menjadi sebuah tes yang akan menentukan siapa yang akan menjadi Presiden di Juli yang akan datang, dan kami juga beropini bahwa Pemilu yang lebih bisa diprediksi seharusnya bisa mendorong kepercayaan diri para investor untuk berinvestasi ke depannya," kata hasil riset Daewoo Securities yang dikutip detikFinance, Selasa (8/4/2014).
Menurut peraturan, PDI-P harus memperoleh 25% dari suara untuk Pemilu besok ini dan kemudian menduduki 20% kursi DPR untuk bisa menominasi calon Presiden secara independen.
"Apa yang kita haru perhatikan di Pemilu besok adalah apakah PDI-P akan berhasil mendapat 25% dari total suara (atau 20% di kursi DPR). Jika PDI-P tidak mendapat jumlah suara tersebut, maka mereka harus berkoalisi dengan partai lain untuk mendapatkan persentase tersebut," katanya.
"Hal ini bisa mempengaruhi pemilihan Wakil Presiden karena PDI-P tidak mempunyai hak memilih yang independen untuk mengambil keputusan," tambahnya.
Nah, jika jumlah persentase suara itu tercapai maka hal ini bisa menjadi katalisator untuk mendorong saham-saham naik karena pemilihan Presiden akan menjadi keputusan independen mayoritas kursi DPR yaitu PDI-P.
Menurut survey yang baru saja dilakukan oleh Center for Strategic and International Studies yang berbasis di Jakarta, persentase menang PDI-P adalah 20.1%, Golkar di posisi kedua dengan 15.8%, dan Gerindra di posisi ketiga dengan 11.3%. (detik.com)