korea by dewanti

Wednesday, May 14, 2014

Ruang Naik Saham LPKR 40% dari Harga Saat Ini

INILAHCOM, Jakarta - Saham LPKR berpeluang ditransaksikan dengan diskon NAV 40% atau mencapai harga Rp1.555. Artinya, saham ini punya ruang penguatan 40% dari harga saat ini.
Pada perdagangan Rabu (14/5/2014), saham PT Lippo Karawaci (LPKR) ditransaksikan menguat sebesar Rp15 (1,4%) ke posisi Rp1.125.
David Sutyanto, analis riset First Asia Capital mengatakan, harga saham Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dalam dua sesi perdagangan terakhir berhasil rebound. "Penguatan terjadi setelah bergerak konsolidasi di area downtrend dengan support di Rp1.070," katanya kepada INILAHCOM, di Jakarta, Rabu (14/5/2014).
Kemarin, lanjut dia, harga sahamnya ditutup di Rp1.110 berhasil menembus resisten sederhana di 1.100. "Secara technical, peluang penguatan akan menguji resisten di 1.145. Sedangkan level support Rp1.070 hingga Rp1.085," tuturnya.
Sepanjang kuartal I-2014, perseroan berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih 34,72% mencapai Rp339 miliar dibandingkan kuartal I-2014 sebesar Rp252 miliar. "Pertumbuhan laba tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan laba sepanjang 2013 lalu yang hanya 15,85%," papar dia.
Pertumbuhan labanya kuatal I-2014 terutama, dikontribusikan dari bisnis rumah sakit dan perumahan. "Pendapatan perseroan tumbuh 36% mencapai Rp2 triliun dari kuartal I-2013 sebesar Rp1,5 triliun. Dari jumlah tersebut kontribusi pendapatan dari bisnis rumah sakit mencapai 38% dan dari divisi perumahan dan apartemen 47% masing-masing sebesar Rp751 miliar dan Rp950 miliar," ujarnya.
Kontribusi recurring income perseroan, lanjut dia, mencapai 52% terhadap total pendapatan. "Dengan kuatnya kontribusi dari recurring income pertumbuhan pendapatan perseroan akan tetap terjaga di tengah melemahnya penjualan unit properti saat ini," ucapnya.
Perseroan awal April lalu telah menerbitkan obligasi global senior Notes sebesar US$150 juta dengan kupon bunga 7% per tahun dan tenor 8 tahun. "Hasil dari penerbitan obligasi global tersebut akan digunakan perseroan untuk mengembangkan proyek properti baru termasuk rumah sakit dan mal."
Salah satu proyek properti terpadu yang sedang dikembangkan adalah proyek Holland Village di Cempaka Putih. Proyek Holland Village ini akan mengulang sukses yang dilakukan perseroan di Kemang Village dan St Moritz Penthouse & Residences di Puri Indah.
Tahun 2014, pendapatan usaha diproyeksikan tumbuh 36% mencapai Rp9,07 triliun dengan laba bersih tumbuh 25,5% mencapai Rp1,54 triliun. Earning Price per Share (EPS) diproyeksikan mencapai Rp66,78," kata dia.
Pada saat harga di Rp1.110, saham LPKR ditransaksikan dengan PE 16,6 kali, estimasi 2014. "Saat ini PE industri sekitar 22 kali. Sedangkan berdasarkan Net Asset Value (NAV) saat ini sebesar Rp2.591, harga sahamnya ditransaksikan dengan diskon NAV sebesar 57%," tandas dia.
Harga saham LPKR berpeluang ditransaksikan dengan diskon NAV 40% atau mencapai harga Rp1.555 atau punya ruang penguatan 40% dari harga saat ini. "Maintain Buy, stop loss di Rp1.060," imbuhnya.