korea by dewanti

Thursday, November 7, 2013

OSO Securities: Indeks Lanjutkan Melemah

Jakarta -Kemarin IHSG berhasil ditutup menguat sebesar 0,60% pada level 4,449.76. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2013 naik 5,62% YoY, walaupun mengalami perlambatan dari triwulan II-2013 sebesar 5,8%. Namun data ini sesuai dengan perkiraan Bank Indonesia yang ditujukan lebih kepada stabilisasi ekonomi. Indeks sektoral bergerak mixed, dengan penguatan dipimpin oleh sektor perdagangan yang menguat 1,86%, sedangkan pelehana dipimpin oleh sektor properti yang melemah 1,03%. Investor asing masih mencatatkan net sell yakni sebesar Rp. 325 miliar.
Perdagangan semalam Indeks Dow Jones menguat sebesar 0,82% ke 15.746,88, Indeks S&P naik 0,43% menjadi 1.770,49, sedangkan indeks Nasdaq mengalami pelemahan sebesar 0,20 % ke 3.931,95. Ekspektasi investor dimana The Fed diperkirakan akan menunda pengurangan stimulus serta positifnya data manufakturing production Inggris membuat Dow Jones menguat di tengah penantian investor terhadap data ekonomi AS yang akan di rilis pada pekan ini seperti PDB AS yang diprediksi melambat. Selain itu, data CB Leading Index yang naik menjadi 0.7% atau di atas konsensus sebesar 0.6%.
Hari ini kami perkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya seiring dengan Dow Jones yang menguat. Pasar masih menanti sejumlah data ekonomi penting dari AS. Secara teknikal, IHSG seperti membentuk hammer dan mendekati area lower bolingger bands. Indikator MACD bergerak turun dengan histogram negatif memanjang, indikator stochastic membentuk golden cross. (detik.com)