Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 30 poin setelah pagi tadi sempat jatuh ke teritori negatif. Penguatan saham-saham unggulan yang berperan banyak dalam penguatan indeks siang ini.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG terkoreksi 21,245 poin (0,49%) ke level 4.301,535. Indeks masih terkena tekanan jual meski tidak sedalam kemarin.
Giliran saham-saham lapis dua yang kena koreksi cukup dalam. Saham-saham unggulan yang kemarin anjlok kini mulai dilirik investor membuat indeks balik arah ke zona hijau.
Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (27/1/2014), IHSG menguat 30,549 poin (0,71%) ke level 4.353,329. Sementara Indeks LQ45 naik 7,887 poin (1,09%) ke level 730,286.
Saham komoditas masih negatif gara-gara aksi jual, tapi delapan indeks sektoral di lantai bursa sudah bisa menguat dipimpin saham-saham konsumer.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 119.852 kali pada volume 2,453 miliar lembar saham senilai Rp 2,986 triliun. Sebanyak 155 saham naik, sisanya 92 saham turun, dan 74 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia akhirnya rebound setelah aksi beli mulai muncul sejak pagi tadi. Poin yang dicetaknya masih minim, kalah tinggi dari BEI.
Berikut kondisi bursa-bursa regional di hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 1,56 poin (0,08%) ke level 2.034,86.
- Indeks Hang Seng menguat tipis 20,05 poin (0,09%) ke level 21.996,15.
- Indeks Nikkei 225 bertambah 20,00 poin (0,13%) ke level 15.025,73.
- Indeks Strait Times naik 6,58 poin (0,18%) ke level 3.049,01.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Unilever (UNVR) naik Rp 900 ke Rp 28.025, Indocement (INTP) naik Rp 850 ke Rp 21.075, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 700 ke Rp 41.125, Adira Finance (ADMF) naik Rp 550 ke Rp 8.700.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.650 ke Rp 66.050, SMART (SMAR) turun Rp 575 ke Rp 6.625, Selamat Sempurna (SMSM) turun Rp 150 ke Rp 3.100, dan Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 150 ke Rp 5.100. (detik.com)