INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melaporkan tingkat Noan Performing Loan (NPL) atau risiko kredit macet pada 2013 mengalami penurunan ke 0,3%.
Dirut BRI, Sofyan Basyir mengatakan sebabnya ketika suku bunga acuan naik BRI tidak langsung menaikkan bunga. "NPL bertahan lebih baik, kami bangun strategi dana di kredit saat berjalan awal. Triwulan 4 baru naik setengahnya dari suku bunga acuan," ujar Sofyan saat pemaparan keuangan di kantornya, Rabu (22/1/2014).
Sofyan mengatakan per Desember 2013 NPL sebesar 0,31% nett, atau lebih rendah dibandinggkan dengan 2012 yang 0,34%. "Kualitas kredit dapat terjaga dengan baik, bahkan rasio ini terendah dalam 8 tahun terakhir," jelas Sofyan.
Sofyan menjelaskan pertumbuhan kredit BRI mencapai 23,7% secara year on year dari Rp348,23 triliun pada Desember 2012 menjadi Rp430,62 triliun pada akhir 2013.