INILAH.COM, Hong Kong - Bursa saham Asia sebagaian besar lebih rendah pada perdagangan Kamis (23/1/2014). Pemicunya data aktivitas manufaktur China jatuh ke posisi lebih rendah dalam enam bulan terakhir.
Data tersebut menunjukkan perlambatan ekonomi di negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut. Data Purchasing Manager Indeks yang dikeluarkan HSBC untuk bulan Januari menjadi 49,6 dari 50,5 di bulan Desember 2013.
"Mungkin ada beberapa distorsi saa tahun baru karena liburan. Tetapi tetap menunjukkan tidak semuanya perekoomian China baik. Suku bunga di China telah naik. Pemerintah China sedang melakukan refomrasi yang agresif," Frederic Neumann, Head of Asian Economics Research di HSBC, seperti mengutip cnbc.com.
Investor di Asia menunggu kebijakan baru dari Bank of Japan yang telah melakukan pertemuan dua hari. Indeks Nikkei naik 0,2%, idneks Hang Seng turun 1,2%, indeks ASX melemah 0,5%, indeks Shanghai turun 0,3%, indeks Kospi melemah 0,7%.
Bursa China mencatat penurunan pada saham bank seperti saham Agricultural Bank of China Ltd turun 1,7%, saham Bank of Communications Co turun 1,3%, saham Bank of China Ltd turun 1,2%.
Indeks ASX di Sydney memperpanjang kerugian setelah data mengecewakan di China dan dolar Australia turun 0,6% terhadap dolar AS. Sementara indeks Kospi di Seoul merosot meskipun data kuartalan keempat mencatat kenaikan PDB 0,9%. Saham blue chip melemah seperti Posco dan Samsung turun 1,1 persen.