Jakarta -Saham properti menjadi pendorong pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sampai menjadi yang tertinggi di dunia. Saham di sektor properti sudah jatuh cukup dalam di akhir tahun lalu.
Menurut Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, saham properti naik tinggi dan jadi buruan investor karena sudah mengalami koreksi yang cukup dalam pada periode Mei-Desember 2013.
Pada periode tersebut, IHSG juga anjlok sangat dalam dari titik tertingginya di kisaran level 5.200 langsung jatuh sampai ke kisaran 4.300. Dana asing waktu itu mengalir keluar dengan deras.
"Sektor properti adalah salah satu sektor yang turun paling dalam di saat market turun dari Mei 2013-Desember. Sekarang begitu asing kembali, salah satu sektor yang banyak naik (rebound) adalah properti," katanya kepada detikFinance, Senin (2/6/2014).
Dari semua sektor di lantai bursa, indeks sektoral yang menguat paling tinggi adalah sektor properti. Indeks sektor ini mampu tumbuh hingga 29,02% sejak awal tahun.
Saham-saham yang berada di sektor properti ini juga termasuk emiten konstruksi bangunan dan real estate. Jadi investor yang sudah menyimpang uangnya di saham-saham properti rata-rata sudah meraup keuntungan hampir 30% sejak awal tahun ini.
Sektor lain yang tak mau ketinggalan tumbuh tinggi adalah sektor finansial, yang biasanya didorong oleh saham-saham bank berkapitalisasi besar. Indeks sektor finansial berada di urutan kedua setelah sektor properti. (detik.com)