Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin naik tipis 9 poin di tengah perdagangan yang tidak terlalu ramai. Maraknya sentimen positif dari apsar global dan regional tidak membuat pelaku pasar marak lakukan aksi beli.
Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (28/10/2013), IHSG ditutup bertambah 9,692 poin (0,21%) ke level 4.590,538. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 1,046 poin (0,14%) ke level 772,819.
Indeks S&P 500 di Wall Street kembali mencetak rekor tertingginya sepanjang masa atas harapan diteruskannya program stimulus The Federal Reserve. Namun sayang dua indeks acuan lainnya malah menipis.
Indeks S&P 500 sudah menguat 6,4% sejak 8 Oktober saat pemerintahan AS ditutup gara-gara tidak adanya kesepakatan anggaran. Sejak awal tahun, indeks acuan ini sudah melaju 23,6%.
Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones menipis 1,35 poin (0,01%) ke level 15.568,93. Indeks Standard & Poor's 500 bertambah 2,34 poin (0,13%) ke level 1.762,11 alias rekor tertingginya sepanjang masa.
Indeks S&P 500 juga sempat mencetak rekor intraday tertinggi di 1.764,99. Sementara Indeks Komposit Nasdaq berkurang 3,23 poin (0,08%) ke level 3.940,13.
Hari ini IHSG diprediksi masih akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat. Minimnya katalis penggerak dari bursa global dan regional diperkirakan membuat indeks bergerak dalam rentang yang tipis.
Pergerakan bursa-bursa regional di pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 turun 112,79 poin (0,78%) ke level 14.283,25.
- Indeks KOSPI melemah 7,85 poin (0,38%) ke level 2.040,29.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kemarin ditutup menguat tipis didorong oleh menguatnya bursa regional. Index consumer confidence Amerika bulan Oktober tercatat terendah dalam 10 bulan terakhir (73.2 act Vs 75 konsensus Vs 77.5 Sep). Hal ini menandakan pembukaan pemerintahan setelah shutdown gagal meyakinkan konsumer. Pelemahan index consumer ini memberikan dampak positif krn menambah tekanan untuk the Fed agar tidak segera menarik stimulus (tapering). Yield SUN 10thn masih terus turun mencapai 7,086%, hal ini mencerminkan arus dana terus masuk ke pasar uang. Gambaran positif ini juga akan diuji pada minggu ini karena akan banyak data penting pada minggu ini, antara lain Ex-im, neraca perdagangan, inflasi, manufaktur, consumer confidence. Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah terbatas. Kisaran support-resistance 4.550-4.620.
KDB Daewoo Securities
Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup naik +9.69 poin (+0.21%) ke 4,590.54 dengan jumlah transaksi sebanyak 8.2 juta lot atau setara dengan Rp4.7 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-1.38%), sektor basic-industries (-0.48%), sektor construction and property (+1.52%), sektor consumer goods (+0.52%), sektor finance (-0.16%), sektor infrastructure (+2.11%), sektor mining (-0.87%), sektor misc-industries (-1.59%), dan sektor trade (+0.33%).
Tercatat sebanyak 136 saham mengalami penguatan, 100 saham mengalami penurunan, 113 saham tidak mengalami perubahan dan 135 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. TLKM (+4.59%), LPKR (+8.57%), PGAS (+1.51%), BTPN (+6.10%), dan UNTR (+1.98%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. ASII (-2.15%), BBRI (-1.18%), BMRI (-1.14%), INTP (-2.68%), dan SMAR (-7.58%).
Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp78 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. TLKM, LPKR, BBNI, SMRA, dan ADHI. Mata uang Rupiah terdepresiasi 11,055 per Dollar AS.
Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin gerakan yang tetap berusaha mencoba mendekati trend resistance di 4,700, stochastic masih uptrend, MACD uptrend, namun PSAR masih belum memberikan sinyal uptrend, sehingga kami perkirakan hari ini masih akan mixed dengan kecenderungan naik. Dengan support 4,435 dan resistance 4,700. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: BKSL, GGRM, TLKM. (detik.com)