korea by dewanti

Monday, March 24, 2014

Makin Anjlok, Produksi Minyak RI Cuma 795 Ribu Barel/Hari

Jakarta -Produksi minyak nasional saat ini terus turun, bahkan makin jauh dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 sebesar 870.000 barel per hari.
"Produksi minyak nasional kita saat ini rata-rata mencapai 795.000 barel per hari, memang masih jauh dari target APBN 870.000 barel per hari," kata Kepala Bagian Humas SKK Migas, Handoyo Budi Santoso kepada detikFinance, Senin (24/3/2014).
Handoyo mengatakan, banyak faktor yang membuat produksi minyak nasional belum mencapai target, bahkan makin turun terus.
"Yang membuat turun produksi minyak kita pertama seperti gangguan kabut asap lalu di Riau, dan membuat produksi seperti PT Chervron Pacific Indonesia, PT Bumi Siak Pusako, dan EMP Malacca Strait terganggu sehingga ratusan sumur minyak harus dihentikan," ujarnya.
"Ada pula beberapa upplanned shutdown (penghentian produksi yang tidak terencana) seperti di PHE ONWJ, Pertamina EP, Pertamina MWO, BP, Cepu dan banyak lagi, memang angkanya kecil-kecil tapi makin hari makin banyak, sehingga berdampak pada penurunan produksi," ujar Handoyo lagi.
Handoyo mengatakan, produksi yang makin terus turun sementara target APBN tahun ini cukup tinggi. Untuk mengejar produksi nasional sesuai target, pihaknya saat ini sedang mengusahakan tambahan produksi dari beberapa proyek.
"Kita akan usahakan 9.000 barel per hari dari beberapa proyek, sehingga produksi nasional rata-rata bisa mencapai 813.000 barel per hari, detailnya nanti saya beri tahu jika sudah sampai kantor," katanya.
Terkait gangguan asap di Riau, saat ini sudah bisa diatasi, sehingga produksi beberapa sumur terutama sumur milik Chervon sudah bisa berjalan normal.
"Gangguan asap sudah beberapa hari lalu telah beroperasi normal," tutupnya.
Sebelumnya, gangguan asap sempat membuat beberapa perusahaan minyak menghentikan produksinya. Seperti di wilayah Kerja Rokan yang dioperasikan oleh PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI). Kualitas udara yang buruk membuat PT CPI harus melakukan perawatan darurat terhadap North Duri Cogen dan menyebabkan penurunan daya (power shedding) sebesar 70 mega watt (MW). Sebanyak 573 sumur harus ditutup dan 19 unit pompa untuk injeksi air harus ditutup akibat power shedding ini.
Gangguan operasi juga dialami oleh PT BOB- Bumi Siak Pusako yang mengoperasikan Wilayah Kerja Coastal Plains and Pekan Baru (CPP). Potensi produksi yang hilang akibat gangguan di wilayah kerja CPP ini mencapai 4.000 BOPD.
Kabut asap juga mempengaruhi kegiatan operasi pada wilayah kerja Malacca Strait yang dioperasikan oleh EMP Malacca Strait dengan kehilangan potensi produksi sebesar sekitar 7.000 barel (kumulatif). (detik.com)