INILAHCOM, Jakarta - Saham PT Bank Bukopin, Tbk pekan ini diperkirakan akan mulai terkoreksi. Hal ini disebabkan saham berkode BKKP tersebut mulai masuk area jenuh beli. Diperkirakan harga masih akan bergerak konsolidasi di level support Rp631 hingga resistance Rp750.
Dari sisi indikator teknikal, harga saham BBKP hari ini diperkirakan akan terkoreksi. Indikator moving average (MA) terus bergerak turun menuju bolinger band bawah. Selain itu indikator stochastic menunjukan harga yang berada pada zona jenuh beli. Hal ini mengisyaratakn harga akan segera turun ke zona tengah.
Dari sisi indikator teknikal, harga saham BBKP hari ini diperkirakan akan terkoreksi. Indikator moving average (MA) terus bergerak turun menuju bolinger band bawah. Selain itu indikator stochastic menunjukan harga yang berada pada zona jenuh beli. Hal ini mengisyaratakn harga akan segera turun ke zona tengah.
Sementara itu indikator ADX bergerak flat ketika +DI menunjukan melemah di level 25. Analis menilai hal ini menunjukan penguatan BBKP akan segera berkurang. Mereka juga meprediksi kenaikan BBKP akan terkoreksi. Dengan kondisi fundamental dan teknikalnya, maka harga akan bergerak konsolidasi di level support Rp631 hingga resistance Rp750.
Pada perdagangan pekan kemarin (Jumat, 23/5), saham BBKP dibuka di level Rp680 dan bergerak di kisaran Rp680-Ro685. Volume perdagangan saham BBKP mencapai 4,5 juta lot.
Seperti diketahui, Bukopin bertekad akan menjaga rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) di kisaran level 15-16% sampai akhir 2014. Langkah itu diambil agar pertumbuhan BBKP didukung modal yang tersedia.
Guna memenuhi CAR 15-16%, akhir tahun silam Bukopin melakukan penawaran umum terbatas (PUT) III yang dilaksanakan pada periode 30 Desember 2013-7 Januari 2014.
Seluruh dana hasil PUT tadi digunakan sebagai modal kerja untuk pengembangan. Dari sini BKKP berhasil meningkatkan CAR perseroan menjadi 15,12% persen pada 2013. Sedangkan setelah selesainya proses PUT III pada Januari 2014, CAR naik lagi menjadi 16,1%.